Sepatah Kata

SEPATAH KATA SEMANIS KURMA...

Seperti halnya kereta dengan gerbong-gerbongnya yang panjang, kehidupanku pun demikian. Diantara gerbong-gerbong hidupku mungkin ada kamu--my beloved family, my dearest friend yang membuat kereta kehidupan-ku menjadi penuh arti dan sesak dengan canda dan tawa. Untuk Cintaku, aku akan selalu menemanimu dan terus mendukungmu sampai kapanpun, sampai bila-bila, dan untuk keluargaku nun jauh di Indonesia (Jakarta dan di Lampung) one day we will meet again I promise, dan untuk sahabat-sahabatku tetaplah jadi temanku yang selalu menemaniku anytime anywhere.

Kereta kehidupan akan bertutur tentang diriku, dan kehidupanku disini, di negara yang masih baru bagiku Malaysia, di sebuah negeri yang terkenal dengan pantai timurnya, dengan hutan tropikalnya yang cantik, serta laut-lautnya yang tetap dibina semula jadi (natural), yah negeri Pahang Darul Makmur dengan bandar (ibukota) Kuantan, bersama suami dan anak-anakku tercinta.

Dan untuk teman-teman dunia mayaku yang baru aku kenal, salam kenal ya... mudah-mudahan kita bisa menjadi teman juga ya... *_^


Daisypath Anniversary tickers

Rabu, 12 Januari 2011

Tepuk tangannya mana...?

Ini tentang Adul.
Si bontotku Abdullah Aidil Agung, atau Adul panggilan kesayangan kami padanya kini telah menginjak hampir 10 bulan. Sudah banyak tumbuh kembangnya. Giginya sudah 7 sekarang dan sudah pandai berdiri sendiri, lalu berjalan perlahan menyusuri tepi di setiap perobatan rumah kami.

Sekarang sudah tidak lagi seperti baby, melainkan seperti kanak-kanak yang juga punya banyak keinginan. Kepandaiannya yang bikin kita letih bukan kepalang apalagi kalau bukan menjatuhkan semua isi perabot rumah yang mudah digapainya... Gubrakk!!! atau keinginannya untuk masuk ke dalam fridge membuat kami kewalahan rasanya dan terpaksa menyeretnya kembali ke tempat asalnya. Hehehe...mungkin dia heran kenapa orang-orang dewasa senang sekali buka tutup kulkas. Hehehe. Dan jika pintu kulkas terbuka dia akan berlari dengan cepat (maksudnya merangkak dengan cepat). Dingin ya nak di dalam...

Rumput tetangga lebih indah dipandang --kita mungkin sudah seringkali mendengar peribahasa itu. Siapa sangka dia juga lebih tertarik dengan mainan dan barang-barang milik saudara-saudaranya (kakak dan abangnya), bahkan dia tidak tertarik sama sekali dengan mainannya sendiri, padahal mainannya sengaja dibelikan untuknya. Hikkkss.


Belajar sambil bermain. Yah memang itulah yang dilakukan oleh seluruh ibu di dunia saat mengajarkan komunikasi pertamanya. Adul pun sekarang sudah pandai tepuk tangan dan salaman (dengan membawa tangan saya ke arah mulutnya, senangnya daku...), tapi sayangnya dia hanya mau melakukan cium tangan ini hanya sama saya. Untuk papa dan bibi: jangan ngiri ya kalau Adul belum mau cium tangan sama kalian hehehe... Si papa ngga mau kalah, diapun mencoba melambaikan tangannya sambil berkata bye bye...bubye Adul...  sayangnya, lagi-lagi Adul masih terbengong-bengong melihat aksi si papa. Hahaha ya jelas sayang dia masih belum balik respon kan baru sekali ngajarinnya, harus diulang-ulang dong biar dia hapal....

Apalagi kalau abang sedang bermain sepak bola di dalam rumah, selalunya aku suruh tepuk tangan....dan adul pun akan tepuk tangan seperti yang aku tirukan padanya...dan abangpun jadi senang karena merasa tendangannya kerennn...Hahaha.

Apalagi kalau bibi sudah merentangkan kasur lipat untuk Adul, saya akan berkata bobo yuk...., dan dia seketika merebahkan kepalanya di atas kasur lipatnya itu. Kami jadi cekikikan dibuatnya.


Sayangku Adul, cepat besar ya Nak....jadilah anak yang sholeh dan pandai.
---

Benar ke anak kandung?

Gemas melihat si kakak yang membutuhkan waktu lama untuk menghabiskan makanannya. Seringkali akhirnya akulah yang ambil alih untuk menyuapinya. Padahal aku masih lagi harus menyuapi si abang, adeknya yang berada 3 tahun di bawahnya. Lama-kelamaan kebiasaan tidak mandiri itu menjadi kebiasaan rutin yang aku jalani sehari-hari. Begitupun dengan acara mandi, seharusnya dia sudah bisa mandi sendiri, tetapi seringkali aku juga harus turun tangan untuk memastikan badannya disabun. Terkadang dia pun sengaja melalaikan dari kewajibannya untuk menggosok gigi. Dasar anak-anak!!

Hari itu, masih dalam rendaman air hangat saat mandi sore di petang hari itu, si kakak bertanya sesuatu yang mengejutkanku.
"Mama, aku ini anak kandung apa anak angkat?"aku tersentak dengar pertanyaannya tapi aku coba untuk mengawal diriku.

"Jelas Nanami anak mama, Nanami kan keluar dari perut mama..., jadi namanya anak kandung..."
"Benar ke anak kandung?"
"Iya dong.., Nanami anak mama dan papa...", kataku.
"Kenapa Nanami tanya begitu?" kataku balik tanya.
"Tadi di sekolah belajar anak kandung, anak angkat, anak tiri, anak buah, dan anak emas....", katanya mencoba untuk memberi penjelasan.
"O...begitu...", kataku.
"Tapi... Nanami bukan anak emas...", ucapnya pelan.
"Anak emas itu kan berarti anak kesayangan, siapa bilang Nanami bukan anak kesayangan mama? Nanami kan anak perempuan mama satu-satunya, jadi anak kesayangan mama dong..., ya kan?"
"Nanami, Ichiro dan Adul semuanya anak kesayangan mama..." senyumku pada si kakak yang telah menginjak darjah 2 itu 

Senyumnya mengembang sejurus mendengar penjelasanku. Aku pun rasa senang sekali melihat senyumnya.  Sembari menggosokkan badannya aku pun kemudian menjelaskan pengertian itu semua. Mudah-mudahan dia ngga salah persepsi dengan penjelasanku.

Malam harinya ketika hendak pergi tidur, aku memberitahu kepada suamiku pertanyaan yang ditujukan padaku tadi petang.. Dan Nanami pun mengulangi pertanyaan yang sama kepada papanya.

"Nanami itu anak kandung papa dan mama karena Nanami mirip dengan papa dan mama...," jawab papanya.
"Iya ke?" keraguan masih bersemat di hatinya rupanya..
"Iyalah...misalnya nih Farhan tinggal sama kita, nah mirip ngga Farhan sama papa dan mama? ngga kan, karena memang Farhan bukan anak kandung papa dan mama, tapi..., Farhan mirip dengan Pak Gigih dan bu Gigih karena Farhan itu anak kandungnya Pak Gigih dan Bu Gigih...", jelas suamiku membawa-bawa anak orang sebagai perumpamaan..
"Nanami kan mirip sama mama...", tambahku lagi.
"Lihat warna kulit kita sama, muka Nanami juga mirip sama Mama, cantik kita juga sama iya kan...?" lanjutku.
Kulihat dia tersenyum malu-malu seraya menganggukkan kepalanya tanda setuju.
"Tapi, mama ngga cantik kok waktu masih muda...."
Papa tertawa cekikikan mendengan responnya yang polos.
"Iyalah..., mama ini tak cantiklah...., sudah sana pergi tidur, nanti terlambat bangun...", kataku mencoba mengakhiri percakapan kami malam itu.

Ahh Nanami, ada-ada aja pertanyaanmu. Mudah-mudahan kamu puas dengan jawaban mama dan papamu.

----

Senin, 10 Januari 2011

Bumi itu Bulat!

Sehari-hari kehidupanku kulalui dengan suka cita dan gemas karena tingkah-polah yang nakal dari ketiga buah hatiku. Ada-ada saja yang dibuat mereka yang bikin biji mata ini seakan mau loncat keluar. Tapi kebanyakan dari tingkah laku mereka justru membuatku terpingkal-pingkal dibuatnya.

Hari itu aku tengah asyik dengan google earth di layar laptopku, kebetulan aku sedang mencari sebuah lokasi di  kawasan Kuala Lumpur. Tiba-tiba masuklah anakku yang nomor dua mengusik keasyikanku.

"Mama lagi apa?" keluar dari mulutnya yang mungil.
"Mama lagi cari peta...",
"Oww, apa itu ma?", sambil telunjuk jari menunjuk ke layar komputer.
"Oh, ini namanya BUMI!" kataku tegas.
"Owww bumi ke...? dengan logat melayunya.

Sebelumnya dalam pandangannya bumi itu berada di atas awan tempat tinggalnya Ultraman. Dan ia ingin sekali pergi ke bumi. Yah aku biarkan saja persepsi itu tohh kalau aku protespun tak ada gunanya, dia akan tetap dengan pendiriannya. Nah sekarang tiba saatku baginya untuk mengetahui yang sebenarnya tentang bumi.

"Iya...ini bumi, bumi itu bulat, tempat tinggal manusia, kita pun tinggal di bumi, nihh yang ini malaysia, dan yang ini Jakarta. ..", sambil jari-jemariku menunjukkan satu persatu ke arah malaysia dan Jakarta.
"Tempat tinggal nenek?"

"Iya, tempat tinggal nenek disini...", kataku membenarkan.
"Owww begitu, kita disini, nenek disini, dan kita terbang naik pesawat ke tempat nenek, ya kan ma....", sambil tangannya bergerak dari malaysia ke jakarta.
"Iya...Nahh..., yang warna biru itu adalah laut, dan yang hijau adalah pulau-pulaunya...", kataku menambahkan.
"Ichiro nak ke tempat Ultraman ma...",
"Ok, sebentar ya...", sambil jari jemariku menuliskan kata Kobe Japan di bagian search.
"Itu ke Jepang? wow bagusnye...", celotehnya. Padahal yang nampak hanyalah bagian atas dari bangunan. Hehehe dasar Ichiro...
"Iyalah ini nampak macam bangunannya ultramanlah....", aku tersenyum sendiri. yo weslah nak...
"Mama, yang warna putih ini apa?" tanyanya.
"Hmmm, yang ini apa ya... salju kali atau awan?"
"Iyah benerlah..., ini saljilah...," (salji artinya salju)
"Jadi, bumi itu di atas awan ngga?"
"NGGA..." katanya kali ini dengan penuh keyakinan.
"Jadi dimana dong?" kataku lagi.
"Bumi itu adanya di atas langit", tambahnya lagi.
"Dan bumi itu tempat tinggalnya manu...", aku sengaja memutuskan kata-kataku.
"sia...", lanjutnya.
"Pinter deh anak mama..." kataku dengan penuh kebanggaan.
---

Kamis, 09 Desember 2010

HIJRAH DIRI

Kemarin ketika saya menghadiri majlis liqo yang biasa saya hadiri di setiap Rabu itu, seorang temanku, yang juga seorang bunda dari kedepalan anaknya memberikan tausiah kepada kami yang datang ke majlis itu. Tema hari itu adalah mengenai Hijrah, tentunya tema itu adalah tema yang masih hangat karena  berkaitan dengan pergantian tahun baru dalam kalender islam atau lebih dikenal dengan 1 Muharam (7 Desember 2010) yang baru saja lewat beberapa hari lalu..

Dalam sejarahnya Hijrah ini bermula dari perpindahan Baginda Rasul Muhammad Saw dari Mekah kota kelahirannya ke Madinah atas perintah Allah Swt. Pengejawantahannya dalam sehari-hari, makna hijrah ini tidak sesempit arti harfiahnya yang berarti pindah. Melainkan lebih kepada aplikasi makna hijrah itu sendiri dalam kehidupan kita sebagai makhluk Allah di muka bumi ini. Sebagaimana Allah menyeru hambaNya agar kita menjadi sosok manusia yang lebih baik dari hari-hari sebelumnya. Dan janganlah kita menjadi golongan orang-orang yang merugi karena hari ini tidak lebih baik dari hari kemarin. Astaghfirullah.
.
Pagi ini, sekitar pukul 6.30 pagi hari waktu malaysia atau lebih tepatnya pukul 5.30 waktu indonesia bagian barat, saya mendapati suatu ceramah pagi hari yang sangat menggelitik saya sehingga saya tidak menggantinya dengan talian yang lain. Tema ceramah pagi ini adalah mengenai Hijrah Diri Utama Keluarga. Bahwa kita perlu senantiasa memperbaiki diri setiap hari dalam rangka membentuk keluarga yang harmonis dan melahirkan anak-anak yang sholeh. Dalam setiap aspek kehidupan, kita hendaknya mengamalkan hijrah diri: hijrah bagaimana mendidik anak dengan cara yang baik, hijrah mencari ilmu agama yang bermanfaat bagi diri sampai kepada hijrah bagaimana mencari rizki yang halal dan barakah. Kurang lebih begitulah yang saya tangkap. Subhanallah.

Ustadzah tadi menyampaikan bahwa dalam rizki halal sekalipun terkadang masih terdapat yang haram, apakah itu? yaitu apabila dalam bekerja kita seringkali melalaikan pekerjaan kita dan tanggungjawab kita sebagai pekerja semisal kita datang dan pulang dari tempat kerja tidak sesuai dengan waktu yang seharusnya. Banyak dari kita merasa yang penting pekerjaan beres dan tidak terbengkalai, jadi boleh2 saja balik pulang lebih cepat atau mencari pekerjaan sampingan yang lain. Banyak dari waktu kita di tempat kerja justru dihabiskan dengan berfacebookan ria. Apakah perusahaan membayar waktu kita untuk berfb-an? Apakah ini juga merupakan salah satu korupsi waktu? saya sendiri pun tidak berani menjawabnya langsung. Namun jauh di dalam lubuk hati saya menjawab ya. Hal-hal seperti itulah yang ustadzah tadi sampaikan kepada pemirsa di rumah bahwa suatu rizki yang halal bisa mendatangkan ketidakbarakahan.

Saat ini masyarakat Jakarta khususnya dikagetkan dengan berita penyalahgunaan jabatan yang dilakukan seorang pekerja di level bawah pns yang mengakibatkan seorang pekerja tersebut menerima sejumlah uang yang tidak terhitung banyaknya.. Mungkin ada banyak dari kita mengutuknya, menyumpahinya bahkan menginginkannya di hukum mati di atas perbuatannya itu. Masalah ini nampak jelas di permukaan dan menjadi pembicaraan ramai baik di berbagai media, hal ini karena  berkaitan dengan uang yang secara fisiknya dapat disentuh dan terlihat. Namun bagaimana dengan waktu? waktu yang kita gunakan bukan untuk bekerja boleh menjadi salah satu jenis korupsi baru, yang kalau boleh dihitung per tahun akan mendapat bilangan yang besar yang kalau dikalkulasikan kepada biaya per jam per hari seorang pekerja itu dibayar, maka sejumlah itulah nilai korupsi yang telah kita lakukan. Astaghfirullah al adzimmm. Saya jadi merinding kalau mendapati kenyataan itu.

Saya terpaku menyimaknya. Saya benar2 meresapinya. Sungguh banyak kesilapan-kesilapan yang kita buat sehari-hari tanpa disengaja tentunya. Seringkali kita sebagai istri meminta suami kita pulang cepat tanpa alasan semata-mata agar anak-anak senang saja, seringkali kita menyuruhnya untuk berangkat kerja agak siangan agar waktu dia bersama keluarga lebih banyak lagi, dan masih banyak lagi kesilapan2 seorang istri yang dilakukan untuk keluarga. Semoga Allah SWT senantiasa memberi ampunan yang sebesar-besarnya atas segala dosa dan khilaf yang kita perbuat. Dan semoga kita menjadi makhluk yang lebih baik lagi di mata Allah SWT. Sesungguhnya sebagai makhluk ciptaaNya, kita akan kembali kepadaNya dan tentunya kita menginginkan kembali dalam keadaan yang bersih.

Selamat Tahun Baru Islam, semoga Allah menjadi kita insan yang lebih baik dari hari ke hari.
 Amin Ya Robbal Alamin...

Salam,

Anakku pandai...

Ini adalah tentang Ichiro.
Semalam kami, aku, suamiku dan ichiro anakku nomor 2 tengah menyaksikan satu tayangan magic di televisyen. Ceritanya ada seorang magician tengah memperlihatkan dirinya yang bisa terbang (melayang di udara) dihadapan orang ramai. Semua orang terperanjat. Begitupun dengan dirinya.

"Mama, orang itu boleh terbanglah.., MAGIC...!!!", ucapnya dengan penuh ekspresi tanda tanya.
"Iya ya?? bagaimana ya dia boleh terbang?", tanyaku padanya dengan keheranan.
"Hmmm, kali ada asap di bawah kakinya...", sahutnya spontan..
"Atau ada angin di bawah kakinya, ma...", tambahnya lagi.
"Atauuu... ada roket di bawah kakinya, ma !!!."
"Bukan magiclah kalau gitu..., iya bukan magiclah..." katanya membantah pernyataannya sendiri.
"BUKAN MAGIC lah..." sahutnya lagi dengan penuh percaya diri.

"Itu namanya SAINS...", celetuk suamiku yang tengah asyik dengan laptopnya.
"Iyalah itu..." katanya mengakhiri. Entah apakah dia memahami makna sain atau tidak.
"Ihhh anak mama pandai betul..."
"Iyalah ..., otak chiro ini boleh berfikir banyak benda lah ma..."
Glekk. Hehehe...

Aku terperanjat sekali dengan jawabannya. Dari usianya yang baru saja menginjak 4 tahun dia sudah bisa menganalisa suatu fakta bahwa manusia tidak dapat terbang. Bahwa hanya angin, asap dan roket sajalah yang boleh terbang. Sedangkan aku sendiri tidak berfikir ke arah sana. Justru dalam fikiranku sang magician tengah melakukan ilmu sihir yang dikendalikan oleh Jin atau makhluk halus sehingga membolehkannya terbang untuk beberapa detik saja. Aku tidak berfikir sampai sejauh itu sampai dari mulutnya yang mungil menguraikan suatu fakta bahwa manusia tidak dapat terbang. Bahwa ada sesuatu benda yang membolehkannya terbang. MasyaAllah. Sungguh anak itu pandai.
Manusia diciptakan Tuhan dengan akal dan fikiran yang sempurna. Malam itu aku mengagumi kehebatan akal dan fikiran pada seorang kanak-kanak yang diberikan Tuhan pada makhluk ciptaannya.
Wallahu Alam,

Salamku dari Kuantan.

Kamis, 21 Oktober 2010

Pagi hari bersama Bibi : Berazam

Sekedar berazam saja mungkin mudah saja, tetapi melakukannya, mewujudkannya, merealisasikannya adalah bagian yang paling tersulit. Itu Aku. Hari ini aku baru boleh hapal 14 ayat dari surat Al-waqiah. Malu aku. Bibiku malah sudah hafal semuanya loh. Hebat dia, salut aku. Yosshhh, aku mau sungguh-sungguh kali ini, 96 ayat memang bukan sedikit buat aku, tapi ngga terlalu banyak utk sebagian orang yang hafiz Qur`an.

Belakangan aku lagi semangat datang ke Liqo. Ada aja ilmu baru yang aku dapat. Aku jadi tambah penasaran untuk datang di tiap2 minggu ke depan. Dua pekan ini aku baru belajar mengenai dosa jariyah dan bahayanya hadad (dengki). Bikin aku jadi mikir2 sendiri dan terbayang dengan dosa2ku sendiri. Ihhhh seremmm...

Balik lagi ke surat Al-Waqiah. Surat ini tergolong surat Makkiyah dan terdiri atas 96 buah ayat. Keutamaan surat ini berdasarkan yang aku kutip di kitab Majmu Syarief hal. 125 sbb:
1. Sabda Rasulullah Saw.: Siapa membaca surat Al-Waqiah setiap malam, dia tidak akan ditimpa kesusahan/kemiskinan selama-lamanya (Diriwayatkan oleh Baihai dari Ibnu Mas`ud r.a).
2. Ada pula yang mengatakan, jika dibaca 40 kali dalam satu majelis setiap hari, selama 40 hari berturut-turut, maka Allah akan membukakan pintu rezeki yang halal dan berkah.
3. Sabda Rasulullah saw.: Ajarkanlah surat Al-Waqiah kepada isteri-isterimu. Karena sesungguhnya ia adalah surat kekayaan.

Subhanallah bagus kan keistimewaan surat itu.
Kata Bibi. "Bu, padahal saya sudah hafal surat ini sudah sejak lama, cuma ngga tahu fadhilahnya. Sekarang saya sudah tahu, saya juga doakan untuk anak-anak saya. Alhamdulillah Si Nur sudah dapat kerjaan yang lebih baik sekarang"

Alhamdulillah ya Bi, aku juga ikut seneng dengernya. Aku juga doakan yang terbaik utk bibi. Tinggal sekarang aku juga mau menghafalnya agar bisa mengamalkannya setiap hari, amin.

-----

Jumat, 15 Oktober 2010

Adul Oh adul....

Lemas aku. Sudah satu halaman kutulis seputar Ichiro. Terhapus sudah oleh jari-jari kecil nan lembut yang tengah bersamaku tadi. Ahhh...rasanya seluruh energi hilang dalam sekejap. Buyar sudah keinginanku mem-posting satu ceritaku dengan Ichiro. Ohhh sayangku Adul..., kenapa kamu hapus tulisan mama? Memang bukan salahnya. Salahku yang mengajaknya ke ruang aktiviti. Salahku yang malas beranjak mematikan layar laptop ini. Dia mau bobo. Yah lain kali sajalah kupenuhi janjiku pada papanya anak-anak utk menuliskan satu tulisanku ttg Ichiro.

Si jari-jari kecil mungil itu sekarang tertidur pulas disampingku. Tanpa dosa. Polos. Putih. Cakep. Adul.

Rabu, 13 Oktober 2010

Guraun pagi ini

"Bang, yuk cepetan mandi, mama mau pergi nih, mau ikut ngga?" kataku pada sang ultraman.
"Mau, mau... tapi chiyo mau pake baju ini ma..."
"KOK ini lagi, semalam kan udah dipake yo, bau..."
"Ngga mah, ngga bau...iyo mau pake ini..." katanya setengah merajuk.
"Dicuci dulu dong biar bersih, biar ngga gatal-gatal badan iyo nanti..."
"Ngga mah..."
"Oia, nanti sore kan mama mau ke carrefour, kalau baju ini dicuci sekarang, nanti boleh pakai lagi..."
"terus iyo pake baju apa dong..."
"Pake baju robot aja ya..., kan ini juga dari nenek, masih baru..."
"ohh, yang robot itu..."
"Yah?", "Boleh?"
"Unn," Katanya mengangguk.
--- alhamdulillah bisa juga ngerayu dia, hehehe...

Selasa, 12 Oktober 2010

Bandar Kuantan

Bandar Kuantan dimana aku berpijak sekarang bersama suami dan anak-anakku adalah sebuah ibukota yang relatif kecil dari sebuah negeri yang terluas di semanjung malaysia, ia terletak bersisiran dengan laut cina selatan atau yang lebih sering disebut orang pantai timur malaysia. Posisinya yang menurutku terbilang strategis karena dikelilingi negeri negeri kecil lainnya dapat membawa kami kemana saja bila-bila masa. Sekitar 4 jam saja dari kuantan kita akan sampai ke ibukota negara, Kuala Lumpur.

Oia disini ada airport nya juga loh !!. Sepanjang jalan menuju ke KL kita akan lalui perkebunan kelapa sawit dan hutan tropikal yang luas lagi panjang, wah cukup membosankan memang. Untunglah jalan menuju kesana adalah jalan bebas hambatan (TOL) menjadikan perjalanan sejauh 400 km itu tidak begitu meletihkan.



Karena letak Kuantan di tepi pantai, so banyak pantai-pantai indah yang masih alami dan asri yang boleh dijadikan tempat melepas lelah kami sembari melihat anak-anak bermain pasir dan berenang. Kami sememangnya senang yang gratis gratis hehehe.... Di Kuantan pantai yang paling menarik dan paling sering kami singgahi adalah Pantai Telok Cempedak. Selain dekat dengan tempat tinggal kami Taman tas, pantai ini paling ramai dikunjungi, mungkin bestnya Kuantan. Menghadap ke arah laut berjejer kedai-kedai mini yang menjual beragam souvernir dan cinderamata, dan beberapa kedai makan. Bagusnya di Malaysia harga makanan di tempat-tempat wisata tidaklah mahal, tidak ada bedanya dengan di luar area wisata (menurut saya sihh...). Tak jauh dari sini ada beberapa hotel bintang 5 dan vila-vila kecil.
Selain pantai telok cempedak, ada pantai-pantai lain yang masih alami dan natural, seperti pantai Cherating, dan pantai Balok. Kalau di Pantai Cherating banyak orang bule (orang malaysia bilang mat saleh) soalnya dengar-dengar nih walaupun belum liat dengan mata kepala sendiri sih bule2 banyak yang selancar disini, tapi kok perasaanku pantainya biasa-biasa aja deh...sepi... lebih cocok untuk orang2 yang lagi honeymoon kali ya... Sedangkan pantai Balok cocok untuk wisata keluarga, karena banyak pohon2 cemara yang rindang dan lebat.

Di Kuantan, ada juga loh kolam renang waterboomnya-Gambang Waterpark, terletak di Gambang sekitar setengah 45 menit dari bandar. Sepanjang perjalanan menuju kesana yang nampak hanya hutan kelapa sawit dan hutan tropical.  Letak kolam renangnya unik loh krn berada di tengah-tengah hutan....Jadi berenang sambil menikmati pemandangan alam sekitarnya. Saya salut sama yang punya ide buat kolam renang ini kok bisa2nya terpikir buat kolam renang di dalam hutan. Hehehe... Saya bilang sama suami saya, kalau ngga mau bayar masuk aja kali ya lewat hutan. Iseng amat kali, yang ada dipatok ular hehehe....katanya.

Saya dan suami suka ngajak anak2 jalan2 di akhir minggu sekedar ke taman yang ada perosotan dan ayunannya...yah pokoknya ke taman2 yang sengaja dibuat untuk fasilitas umum. Nah paling sering ke Kuantan Esplanade (bener ngga ya spellingnya??). Di hadapan esplanade kuantan ada Hospital Tengku Ampuan Afzan (HTAA) milik kerajaan,nah di rs ini nih anakku yg bontot (yg nomor 3) lahir.
Tapi baru2 ini baru tahu ada tempat untuk joging juga sebuah Taman Bandar di Indera mahkota. Disana terdapat fasilitas umum utk bermain bagi anak-anak, ada danau yang luas dimana anak2 boleh memberi makan ikan2 yang sudah gemuk itu. Sementara orangtuanya boleh berjoging memutari danau yang indah itu. Kata teman saya yang orang Malaysia, ada satu tempat lagi yang indah, namanya Taman Gelora, arahnya menuju ke jalan beserah atau teluk sisek..

Kalau dibandingkan dengan Kota Jakarta, memang Kuantan ini tidak ada seberapanya. Jakarta Timur pun mungkin masih lebih ramai dibandingkan disini. Di Kuantan Mall2 tidak terlalu banyak spt di Jakarta, setidak2nya supermarket asing tidak banyak disini, yang banyak adalah supermarket tempatan (lokal) seperti Tunas Manja, Terus Maju, My Din, dll. Sebenernya bagus juga sih pemerintah membatasi supermaket2 asing, mungkin ini ngga lain untuk memajukan atau menumbuhkembangkan potensi di dalam negeri sendiri. Lain sekali kalau dibandingkan dengan Jakarta yg terlalu banyak supermarket asing yg jelas2 menambah untung  bagi konglomerat2 saja dan mematikan potensi perniagaan kecil.  Carrefour aza cuma ada satu disini dan letaknya tepat di tengah bandar di dalam salah satu mall terbesar disini, East Coast Mall. ECM boleh dibilang keberadaanya cukup baru, selain itu ada Kuantan Parade, Berjaya Megamall, Kamdar, dan Teruntum tempat shoping ataupun hanya just window shoping... Kami sekeluarga paling sering ke ECM, disini ada semua kesukaan anak2ku, spt makan sushi di Sushi King (ini makanan kesukaan nanami) dan KFC (kesukaaan ichiro), serta ada movie theater nya juga (kalau ini kesukaan semua anggota keluarga kami. Biasanya setelah belanja di Carrefour, kami cuci cuci mata di kedai2 pernak pernik di sekitarnya, ada kedai LIVING CABIN yang suka kami datangi, atau sekadar hanya mencicipi sepotong dua potong Banana Choco Crispy dan Jagung manis atau menikmati lezatnya roti boy. .




Itu dulu ya ceritaku tentang Kuantan...sejujurnya aku mulai menyukai kota ini....

Fitri.

Be a Mom

Bismillahirrahmanirrahim,
Alhamdulillah Abdullah -- Adul kecilku 6 bulan jalan 3 minggu yang kemarin baru saja tumbuh gigi 1 buah -- sudah terlena kembali dalam lelapnya setelah mandi, makan bubur biscuit heinz, dan minum ASI, kenyang pasti. Kulirik masih pukul 8.00 pagi. Saatnya aku check2 email sebentar sebelum jagoan ultramanku bangun around 8.30 dan minta dilayani.(maklumlah dia juga masih berumur 4 th).  Subhanallah saya bersyukur sekali diberikan kenikmatan memandikan anak-anak saya, menyuapi mereka, dan melayani mereka semampu saya. Mudah2an apa yang saya berikan dapat mereka rasakan juga.

Semalam suamiku mengabarkan bahwa proposal S3ku di UMP masih  belum mendapatkan supervisor atau pembimbing, So proposalku masih stuck di office, kena waiting list....Fuhhh!!!. Katanya supervisor yang kekhususannya sesuai dgn topik yang akan aku ambil akan pergi, jadi belum ada penggantinya. Ada senengnya juga sih mendengar berita tsb . Karena sesungguhnya deep in heart saya belum rela meninggalkan anak2 saya sedini mungkin disaat mereka lebih memerlukan saya. Sekolah saya yang juga merupakan impian mama papa saya, suamiku tercinta, dan juga impianku yang terpendam sejak dulu masih boleh menunggu. Mungkin nanti saat mereka sudah membesar dan lebih mandiri, itulah saatnya saya merampungkan impian-impian tersebut. InsyaAllah.

Waktu dan kebahagiaan saya bersama mereka saat ini lebih penting buat saya, karena masa-masa kedekatan saya dengan mereka tidak akan bisa terulang dan tergantikan dengan apapun juga..
Saya tidak bisa membayangkan bagaimana akan terbengkalainya anak-anak saya jika saya tidak ada di pagi hari.. Pagi sekali sekitar pukul 5 dini hari saya sudah harus pergi mandi bersama sulung saya, princessnya Papa, Nanami, dan kemudian menyiapkan baju seragamnya, sesekali saya melatihnya untuk pergi sholat bersama-sama saya, menemaninya dan memastikannya sarapan pagi, mempersiapkan apa yang akan dibawanya untuk bekalnya, menguncir rambutnya yang sudah mulai memanjang. Selepas urusan kakaknya beres si bungsuku pun ikutan bangun juga meminta jatah paginya hehehe... terkadang saya harus bergantian dengan bibi jika saya masih tidak ada waktu.. Walaupun saya memiliki bibi bukan berarti saya boleh berleha-leha dan menyerahkan sepenuhnya padanya. Cukuplah urusan domestik saja yang dia tangani walaupun sesekali tdk saya pungkiri sayapun meminta pertolongannya menjaga si kecil di saat-saat tertentu.

Saya teringat suatu film kalau ngga salash judulnya Crime of the Past, ceritanya ada seorang anak perempuan yang ditinggalkan ayahnya sejak kecil krn ayahnya ini berprofesi sebagai agen CIA.. 15 puluh tahun kemudian sang ayah datang kembali saat anak perempuannya itu telah memiliki seorang anak (cucu). Sebenarnya si ayah tidak sepenuhnya meninggalkannya, tapi terus memantau putrinya itu hanya dari kejauhan saja karena kebetulan saat itu telah berpisah dari istrinya dan tidak diperbolehkan bertemu dgn anak perempuannya itu. Singkat cerita sang ayah ingin bertemu dgn putri kecilnya yang dulu ditinggalkannya. Apa jawab anak perempuan tsb saat bersua dengan sang ayah.
"Saya tidak memerlukanmu lagi ayah...", saya memerlukanmu saat dulu ayah meninggalkanku...., saya memerlukanmu saat dulu saya membutuhkan dekapanmu, pelukanmu, belaian kasih sayangmu...., saat itulah saya memerlukanmu Ayah..." Kurang lebih begitulah kata2nya kalau ngga saya hiperbola hehehe.

Aku tersentuh mendengar pernyataan anak perempuan itu. Fikiranku melayang kepada putri sulungku Nanami, dia masih 7 th, terkadang dia manja sekali dan sangat tidak mandiri....Tapi saya sering memarahinya krn sikap manjanya itu dan mengatakan padanya bahwa dia sudah besar dan sudah seharusnya mandiri. Mungkinkah dia memerlukan itu semua dari diriku? kemanjaannya, ketidakmandiriannya adalah semata-mata bagian dari sikapnya yang ingin disayangi... Saya sadar masa-masa manjanya ini akan lewat secepat kilat sejalan dengan kematangannya kelak.. Seharusnya saya menikmati masa-masa itu...krn masa-masa inilah yang akan diingatinya kelak hingga ia besar nanti.

Menjadi full house wife memang tdk lah semudah orang membicarakannya. Bukan karena banyaknya rentetan pekerjaan yang tiada habisnya itu, bukan itu karena saya yakin para ibu yang bekerja paruh waktu atau sepenuh waktunya diluar sana juga menghadapi masalah yang serupa dengan saya, malah mungkin lebih kompleks. Melainkan saya harus berkompromi dengan hati saya sendiri-dengan diri saya, yah..., saya harus bisa mengawal diri saya untuk tidak sering marah2...memang tidaklah mudah. Jika di kantor kita memarahi anak buah kita atas perbuatannya, mungkin kita tidak akan merasa semenyesal jika kita memarahi anak kita sendiri.

Capekkah? jelas tak terbilang lagi penatnya, letihnya, tetapi asalkan kita melakukannya dengan ikhlas, kita akan menikmati setiap percakapan kita dengan mereka, setiap canda kita dengan mereka. Tinggalkan kerjaan mu yang lain saat dirimu sedang bersama anak-anakmu itulah kunci dalam menikmati diri menjadi seorang ibu. Pekerjaan ibu rumah tangga memang tidak ada habisnya, jika mau diikuti, maka waktu 24 jam pun tidak akan cukup rasanya. So, jangan mau diperbudak pekerjaan karena kitalah yang seharusnya dapat mengatur waktu dan pekerjaan itu semua dan bukan waktu ataupun pekerjaan itu yang menghalang kita untuk bermain dengan anak-anak kita.

Dalam setiap sholatku sering kusampaikan padaNya curahan hatiku yang terdalam, kepada Sang khalik yang maha membolak-balikkan hati, saya memohon kepadaNya agar saya dapat menjadi ibu yang baik bagi anak-anak saya, dan tentunya juga menjadi istri yang dapat menenangkan hati suami....amin.

Wahhh pas sekali si abang ultraman Ichiro telah bangun dan meminta dibuatkan susu dengan busa yang banyak....
Sudah dulu ya...