Sepatah Kata

SEPATAH KATA SEMANIS KURMA...

Seperti halnya kereta dengan gerbong-gerbongnya yang panjang, kehidupanku pun demikian. Diantara gerbong-gerbong hidupku mungkin ada kamu--my beloved family, my dearest friend yang membuat kereta kehidupan-ku menjadi penuh arti dan sesak dengan canda dan tawa. Untuk Cintaku, aku akan selalu menemanimu dan terus mendukungmu sampai kapanpun, sampai bila-bila, dan untuk keluargaku nun jauh di Indonesia (Jakarta dan di Lampung) one day we will meet again I promise, dan untuk sahabat-sahabatku tetaplah jadi temanku yang selalu menemaniku anytime anywhere.

Kereta kehidupan akan bertutur tentang diriku, dan kehidupanku disini, di negara yang masih baru bagiku Malaysia, di sebuah negeri yang terkenal dengan pantai timurnya, dengan hutan tropikalnya yang cantik, serta laut-lautnya yang tetap dibina semula jadi (natural), yah negeri Pahang Darul Makmur dengan bandar (ibukota) Kuantan, bersama suami dan anak-anakku tercinta.

Dan untuk teman-teman dunia mayaku yang baru aku kenal, salam kenal ya... mudah-mudahan kita bisa menjadi teman juga ya... *_^


Daisypath Anniversary tickers

Selasa, 12 Oktober 2010

Be a Mom

Bismillahirrahmanirrahim,
Alhamdulillah Abdullah -- Adul kecilku 6 bulan jalan 3 minggu yang kemarin baru saja tumbuh gigi 1 buah -- sudah terlena kembali dalam lelapnya setelah mandi, makan bubur biscuit heinz, dan minum ASI, kenyang pasti. Kulirik masih pukul 8.00 pagi. Saatnya aku check2 email sebentar sebelum jagoan ultramanku bangun around 8.30 dan minta dilayani.(maklumlah dia juga masih berumur 4 th).  Subhanallah saya bersyukur sekali diberikan kenikmatan memandikan anak-anak saya, menyuapi mereka, dan melayani mereka semampu saya. Mudah2an apa yang saya berikan dapat mereka rasakan juga.

Semalam suamiku mengabarkan bahwa proposal S3ku di UMP masih  belum mendapatkan supervisor atau pembimbing, So proposalku masih stuck di office, kena waiting list....Fuhhh!!!. Katanya supervisor yang kekhususannya sesuai dgn topik yang akan aku ambil akan pergi, jadi belum ada penggantinya. Ada senengnya juga sih mendengar berita tsb . Karena sesungguhnya deep in heart saya belum rela meninggalkan anak2 saya sedini mungkin disaat mereka lebih memerlukan saya. Sekolah saya yang juga merupakan impian mama papa saya, suamiku tercinta, dan juga impianku yang terpendam sejak dulu masih boleh menunggu. Mungkin nanti saat mereka sudah membesar dan lebih mandiri, itulah saatnya saya merampungkan impian-impian tersebut. InsyaAllah.

Waktu dan kebahagiaan saya bersama mereka saat ini lebih penting buat saya, karena masa-masa kedekatan saya dengan mereka tidak akan bisa terulang dan tergantikan dengan apapun juga..
Saya tidak bisa membayangkan bagaimana akan terbengkalainya anak-anak saya jika saya tidak ada di pagi hari.. Pagi sekali sekitar pukul 5 dini hari saya sudah harus pergi mandi bersama sulung saya, princessnya Papa, Nanami, dan kemudian menyiapkan baju seragamnya, sesekali saya melatihnya untuk pergi sholat bersama-sama saya, menemaninya dan memastikannya sarapan pagi, mempersiapkan apa yang akan dibawanya untuk bekalnya, menguncir rambutnya yang sudah mulai memanjang. Selepas urusan kakaknya beres si bungsuku pun ikutan bangun juga meminta jatah paginya hehehe... terkadang saya harus bergantian dengan bibi jika saya masih tidak ada waktu.. Walaupun saya memiliki bibi bukan berarti saya boleh berleha-leha dan menyerahkan sepenuhnya padanya. Cukuplah urusan domestik saja yang dia tangani walaupun sesekali tdk saya pungkiri sayapun meminta pertolongannya menjaga si kecil di saat-saat tertentu.

Saya teringat suatu film kalau ngga salash judulnya Crime of the Past, ceritanya ada seorang anak perempuan yang ditinggalkan ayahnya sejak kecil krn ayahnya ini berprofesi sebagai agen CIA.. 15 puluh tahun kemudian sang ayah datang kembali saat anak perempuannya itu telah memiliki seorang anak (cucu). Sebenarnya si ayah tidak sepenuhnya meninggalkannya, tapi terus memantau putrinya itu hanya dari kejauhan saja karena kebetulan saat itu telah berpisah dari istrinya dan tidak diperbolehkan bertemu dgn anak perempuannya itu. Singkat cerita sang ayah ingin bertemu dgn putri kecilnya yang dulu ditinggalkannya. Apa jawab anak perempuan tsb saat bersua dengan sang ayah.
"Saya tidak memerlukanmu lagi ayah...", saya memerlukanmu saat dulu ayah meninggalkanku...., saya memerlukanmu saat dulu saya membutuhkan dekapanmu, pelukanmu, belaian kasih sayangmu...., saat itulah saya memerlukanmu Ayah..." Kurang lebih begitulah kata2nya kalau ngga saya hiperbola hehehe.

Aku tersentuh mendengar pernyataan anak perempuan itu. Fikiranku melayang kepada putri sulungku Nanami, dia masih 7 th, terkadang dia manja sekali dan sangat tidak mandiri....Tapi saya sering memarahinya krn sikap manjanya itu dan mengatakan padanya bahwa dia sudah besar dan sudah seharusnya mandiri. Mungkinkah dia memerlukan itu semua dari diriku? kemanjaannya, ketidakmandiriannya adalah semata-mata bagian dari sikapnya yang ingin disayangi... Saya sadar masa-masa manjanya ini akan lewat secepat kilat sejalan dengan kematangannya kelak.. Seharusnya saya menikmati masa-masa itu...krn masa-masa inilah yang akan diingatinya kelak hingga ia besar nanti.

Menjadi full house wife memang tdk lah semudah orang membicarakannya. Bukan karena banyaknya rentetan pekerjaan yang tiada habisnya itu, bukan itu karena saya yakin para ibu yang bekerja paruh waktu atau sepenuh waktunya diluar sana juga menghadapi masalah yang serupa dengan saya, malah mungkin lebih kompleks. Melainkan saya harus berkompromi dengan hati saya sendiri-dengan diri saya, yah..., saya harus bisa mengawal diri saya untuk tidak sering marah2...memang tidaklah mudah. Jika di kantor kita memarahi anak buah kita atas perbuatannya, mungkin kita tidak akan merasa semenyesal jika kita memarahi anak kita sendiri.

Capekkah? jelas tak terbilang lagi penatnya, letihnya, tetapi asalkan kita melakukannya dengan ikhlas, kita akan menikmati setiap percakapan kita dengan mereka, setiap canda kita dengan mereka. Tinggalkan kerjaan mu yang lain saat dirimu sedang bersama anak-anakmu itulah kunci dalam menikmati diri menjadi seorang ibu. Pekerjaan ibu rumah tangga memang tidak ada habisnya, jika mau diikuti, maka waktu 24 jam pun tidak akan cukup rasanya. So, jangan mau diperbudak pekerjaan karena kitalah yang seharusnya dapat mengatur waktu dan pekerjaan itu semua dan bukan waktu ataupun pekerjaan itu yang menghalang kita untuk bermain dengan anak-anak kita.

Dalam setiap sholatku sering kusampaikan padaNya curahan hatiku yang terdalam, kepada Sang khalik yang maha membolak-balikkan hati, saya memohon kepadaNya agar saya dapat menjadi ibu yang baik bagi anak-anak saya, dan tentunya juga menjadi istri yang dapat menenangkan hati suami....amin.

Wahhh pas sekali si abang ultraman Ichiro telah bangun dan meminta dibuatkan susu dengan busa yang banyak....
Sudah dulu ya...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar