Sepatah Kata

SEPATAH KATA SEMANIS KURMA...

Seperti halnya kereta dengan gerbong-gerbongnya yang panjang, kehidupanku pun demikian. Diantara gerbong-gerbong hidupku mungkin ada kamu--my beloved family, my dearest friend yang membuat kereta kehidupan-ku menjadi penuh arti dan sesak dengan canda dan tawa. Untuk Cintaku, aku akan selalu menemanimu dan terus mendukungmu sampai kapanpun, sampai bila-bila, dan untuk keluargaku nun jauh di Indonesia (Jakarta dan di Lampung) one day we will meet again I promise, dan untuk sahabat-sahabatku tetaplah jadi temanku yang selalu menemaniku anytime anywhere.

Kereta kehidupan akan bertutur tentang diriku, dan kehidupanku disini, di negara yang masih baru bagiku Malaysia, di sebuah negeri yang terkenal dengan pantai timurnya, dengan hutan tropikalnya yang cantik, serta laut-lautnya yang tetap dibina semula jadi (natural), yah negeri Pahang Darul Makmur dengan bandar (ibukota) Kuantan, bersama suami dan anak-anakku tercinta.

Dan untuk teman-teman dunia mayaku yang baru aku kenal, salam kenal ya... mudah-mudahan kita bisa menjadi teman juga ya... *_^


Daisypath Anniversary tickers

Jumat, 08 Oktober 2010

Malas Tak Terbilang

Aku jumpai satu curahanku di http://fitori98.blog.friendster.com.

MALAS TAK TERBILANG!

Belakangan ini saya malas sekali, mulai dari hal-hal kecil sampai hal-hal yang besar. Ingin sekali saya memerangi rasa malas yang merayap menjadi alpha dan lalai sebagai makhlukNya dan tugas2ku sebagai ibu. Syaiton itu menggelayut dan bermain-main di pelupuk mataku kala dini hari–meninabobokan diriku– dari yang seharusnya bangkit dari tempat tidur dan segera mengambil wudhu. "Ahh sebentar lagi," batinku selalu saja berkata begitu seraya melirik jam. Astaghfirullah. Malu aku dibuatnya, dan malu aku dihadapanNya.
Sungguh rindu aku akan kumandangMu Ya Allah pemilik hati dan jiwa ini, adzan yang senantiasa kudengar kala pagi dan petang, lewat masjid disamping rumahku, di tanah airku dulu. Rindu aku. Suamiku belum lagi men-set-ulang adzan di komputer akibat virus 6 bulan lalu, lama sudah. Mungkin sudah lupa ia. Syair bimbo menyanyi-nyanyi dalam benak. Sungguh rindu kami padamu Yaa Rasul…Sungguh tiada terperi…
Rindu pula diriku akan gerimis sore yang memberikan harum yang khas pada tanah tempat lahirku. Mungkinkah sebenarnya aku mendapati diri dalam kejenuhan yang amat sangat? Aku ingin segera pulang.
Ayat-ayat Quran menyentilku seketika, dan kemudian lupa lagi aku dibuatnya. Sungguh syaiton itu adalah musuh yang nyata bagimu. Kusampaikan gundah gulanaku pada suami dan ibunda tercinta diseberang sana. Kataku, "Marahi aku", "Jewer aku". Menangis hati dan jiwa ini mendapati diri dalam hati dan jiwa yang keruh. Astaghfirullah.
Ya Rabb, Sungguh kuingin Engkau ganti hatiku menjadi hati yg baru, hati yg lebih baik, yang membawa diri ini kepadaMu…Amin.
Fitri–
Bookmark and Share

3 Responses to “MALAS TAK TERBILANG!”

  1. Meilani Says:
    Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,
    Dear Fitri,
    Saya juga suka malas dan suka menunda2 pekerjaan. Saya selalu mengingat surat Alam Nasyrah (94:7): “Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain.”
    Dan juga berlindung kepada Allah Ta’ala dengan do’a dari HR. Bukhori no. 6363 Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam banyak memanjatkan do’a ini:
    “Allahumma inni a’uudzubika minal hammi wal hazani, wal’ajzi wal kasali, wal bukhli wal jubni, wadhola’iddaini, wagholabatirrijaal.”
    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-MU dari kesusahan dan kesedihan, kelemahan, kemalasan, sifat kikir, pengecut, lilitan hutang dan dikuasai orang lain.”
  2. Meilani Says:
    Dear Fitri,
    Satu lagi do’a yang kepada-Nya yang hampir selalu kupinta, yaitu untuk meminta ketetapan hati:
    1. “Allahumma mushorrifalquluubi, shorrif quluu banaa ‘alaa thaa’atik.”
    Artinya: “Ya Allah, yang mengarahkan hati, arahkanlah hati-hati kami pada ketaatan kepada-Mu.” dari HR. Muslim 2654.
    2. “Yaa muqollibal quluubi, tsabbit qolbii ‘alaa diinik.”
    Artinya: ” Wahai Rabb yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku pada agama-Mu.” dari HR. Tirmidzi no. 3522. Dari shahiih Tirmidzi III/171 no. 2792, Ummu Salamah Radiallahu ‘anhaa berkata: “Do’a itu merupakan do’a Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam yang paling banyak (dibaca).”
    Semoga kita selalu bisa memperbaiki diri ini ke arah yang lebih baik sesuai dengan Sunnah Rasul Shalallahu ‘alaihi wassalam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar