Kuantan kota kecil dari sebuah negeri terbesar di semananjung malaysia, Pahang, merupakan kota tempat kami berpijak saat ini. Kota yang masih kaya dengan hutan tropikalnya serta lautnya yang biru dan orang2nya yang cukup ramah dan bersahabat menjadikan kota ini rumah ketiga kami selama perjalanan hidup kami setelah kobe dan jakarta. Di Kota inilah, anak saya yang nomor 3 lahir, mungkin suatu hari nanti saya akan mengingatinya sebagai kenangan indah kami di hari tua...
Sepatah Kata
SEPATAH KATA SEMANIS KURMA...
Seperti halnya kereta dengan gerbong-gerbongnya yang panjang, kehidupanku pun demikian. Diantara gerbong-gerbong hidupku mungkin ada kamu--my beloved family, my dearest friend yang membuat kereta kehidupan-ku menjadi penuh arti dan sesak dengan canda dan tawa. Untuk Cintaku, aku akan selalu menemanimu dan terus mendukungmu sampai kapanpun, sampai bila-bila, dan untuk keluargaku nun jauh di Indonesia (Jakarta dan di Lampung) one day we will meet again I promise, dan untuk sahabat-sahabatku tetaplah jadi temanku yang selalu menemaniku anytime anywhere.
Kereta kehidupan akan bertutur tentang diriku, dan kehidupanku disini, di negara yang masih baru bagiku Malaysia, di sebuah negeri yang terkenal dengan pantai timurnya, dengan hutan tropikalnya yang cantik, serta laut-lautnya yang tetap dibina semula jadi (natural), yah negeri Pahang Darul Makmur dengan bandar (ibukota) Kuantan, bersama suami dan anak-anakku tercinta.
Dan untuk teman-teman dunia mayaku yang baru aku kenal, salam kenal ya... mudah-mudahan kita bisa menjadi teman juga ya... *_^
About Me
Minggu, 29 Januari 2012
Cuti cuti cuti....
Hampir 2 bulan terakhir ini acaraku lebih banyak dihabiskan dengan jalan-jalan bersama keluarga, mulai dari berkunjung ke Petrosains di KL, ngajak anak-anak berenang di GWP (Gambang Water Park mirip Atlantis di Ancol Jakarta cuma lokasinya aja yang unik krn terletak di dalam kawasan hutan) yang ada di Kuantan, sampai melintasi beberapa buah state (negeri) di Malaysia, di antaranya Negeri Terengganu dengan keindahan laut cina selatannya di pantai Batu Buruk dan skaligus bertamasya ke Taman Tamadun Islam (Islamic Civilization Park) yang ada di negeri tsb. Liburan akhir tahun lalu benar-benar memberi kesenangan kepada anak-anak.
Senin, 26 September 2011
Menjelang My hero's Birthday
Dua hari lagi ulangtahunnya tapi kami belum ada persiapan apa-apa. Tadinya kami ingin ultahnya kali ini dapat dirayakan bersama teman2nya di sekolah tapiiii......maafkan mama ya Nak... Next year mama janji dechh!! Rupanya dia sudah membicarakan ultahnya yang tinggal 2 hari lagi itu bersama papanya. Aku pun mengajaknya berbicara.
"Abang dua hari lagi ulangtahun loh..., mau hadiah apa dari papa dan mama?" kataku pada buah hatiku tercinta.
"Abang dah bilang dah sama papa hadiahnya, semuanya..." katanya dengan antusias.
"Oh ya? memangnya minta dibelikan apa?"
"Semuanya, mobil-mobilan, cars, ultraman.."
"Wahh banyak betul, satu aja dong, satu dari papa dan satu dari mama..., Ya?" kataku sedikit merajuk.
"ya..." Duuhhh baiknya anak mama ini...
"Nanti dibelikan mobil2an aja ya..?"
"Iya iya iya...." sahutnya girang. ^^
"Kalau dari mama, minta dibelikan apa?"
"Hmmm..." sambil berfikir keras.
"Ichiro nak raket ma..."
"Lohh kan raket bany..." aku tidak melanjutkan kata-kataku ketika mataku tertuju pada deretan raket di dinding, satu buah raket miliknya sudah putus dan disambung-sambung. Ichiro memang paling suka olahraga, dia pun pandai sekali main badminton, tenaganya juga sangat kuat, servisnya juga bertenaga, pokoknya ngga ada matinya deh...dan dia ngga mau pakai raket milik kakaknya, katanya itu punya kakak dan bukan punyanya.
"Ya deh dibelikan raket aja ya...?"
"Iya mah..."
"Ulangtahun Ichiro ngga usah dirayain di sekolah ya? ngga pa pa?" setengah memaksa.
"Tak payah (ngga pa pa)..."
"Ngga usah beli cake ya, abang kan ngga suka makan cake, kita makan di KFC aja, bagaimana?"
"Iya iya...mau...kita makan di KFC aja, ngga usah makan kek..." hatinya berbunga. Aku pun ikut senang mendengarnya.
"Kira-kira, kakak kasih abang hadiah ke tak?" tanyaku padanya.
"Eh, kayaknya tak lah mah...Kakak itu kan macam kak Ros..." katanya nakal mengibaratkan kakaknya serupa tokoh Kak Rose dalam serial Upin dan Ipin.
"Hahaha..." aku dan suamiku jadi tertawa mendengarnya...
---
Alhamdulillah Allah mengaruniai kami anak laki-laki yang sholeh, baik dan lemah lembut hatinya. Mama sayang sekali sama abang.
---
Mama.
Kamis, 22 September 2011
Bermimpi dulu...
Semoga Engkau mengabulkan disetiap asaku, amin ya Rabb...
Cinta yang baru...
"Maka kecewa dan sakit hatilah sebentar, lalu segera tegarkan dan siapkanlah dirimu bagi cinta yang baru dan yang lebih jujur" (Mario Teguh)
Kalimat diatas itu sebagian dari keseluruhan ayat yang aku copas, tapi entah kenapa kalimat itu begitu dalam sekali artinya buatku. Saat ini. Aku telah berjanji pada diriku untuk tidak mengungkitnya lagi tapi memang benarlah kata-kata yang pernah aku dengar bahwa istri itu ibarat ahli sejarah...dia akan mengingat sekecilpun kesalahan pasangannya meskipun ia sudah memaafkannya... padahal segudang dosa kita padanya pun tak pernah dia ungkit. Egoisnya diriku. Maafkan aku.
Tiga hari belakangan ini sesungguhnya perasaanku agak berbunga mendapati dirinya yang mencium pipiku sebelum pergi kerja--tak seperti biasa, bahasa tubuhmu juga berbicara berbeda, aahhh sungguhkan ciumannya itu tulus?, sungguhkah ini cinta yang baru darimu sayangku?
Semoga ini cinta yang baru. Semoga Allah Swt senantiasa menghimpun cinta diantara kita. Aku tidak tahu takdirku tapi jika aku boleh meminta padaNya, aku berharap Dia mengekalkan dan memperbarui cinta kita berdua. Amin.
--Untuk Cinta--
Terimakasih karena telah menjaga perasaanku.
Selasa, 20 September 2011
Bangga sekali padamu Nak...
Belajar yang rajin ya Nak. Doa mama selalu untukmu.
Mama.
Senin, 19 September 2011
Cerita dibalik pulang kampung...
Namun di balik kesempitan, kesusahan dan kesulitan yang kami lewati, saya masih menemukan banyak orang di luar sana yang juga peduli terhadap kesusahan orang lain. Malah ada yang menawarkan sejumlah permen pada anak-anak kami yang sudah mulai letih dan bosan. Tulus ikhlas mereka turun dari mobilnya dan membantu mendorong mobil kami. Saya bersyukur sekali atas karunia ini. Semoga Allah membalas mereka dengan ganjaran yang berlipat-lipat.
Kami juga akhirnya dapat bersua dengan kedua orangtua kami tercinta, hati kami senang sekali, anak-anak kami pun senang sekali dapat bertemu dengan kakek dan neneknya juga saudara2 mereka disana. Kebahagiaan dan kesenangan hati itu menghapus kesusahan dan kesulitan yang telah kami lewati dalam seketika. Sambil kuberdoa semoga tahun depan kita dapat berkumpul kembali.
Terimakasih Ya Allah, semoga Engkau gantikan kehilangan kami dengan yang lebih baik, amin.
Kekecewaan saya cuma satu karena tidak sempat bertemu dengan teman-teman dan sahabat tercinta.
---
Aku Cemburu !!
Tahukah kamu betapa aku cemburu?
Mendapatimu memikirkannya, membayangkannya...
walau hanya dengan kata-kata...
walau itu hanya masa lalu,
Sungguh itu menyakitkanku...
Duhai cintaku,
Tahukah kamu betapa aku cemburu?
pada sosoknya yang tak pernah aku pun bersua,
pada sosoknya yang katanya masih menyimpan fotomu,
Dialah katamu masa lalumu...
Seharusnya aku mengerti,
Seharusnya tak perlu ku cemburu,
Itu hanyalah masa lalu BUKAN?
Maafkan aku...
Karena otakku tak bisa lagi berfungsi jernih,
Ingin kumaki dirinya agar ku puas...
Tapi untuk apa?
agar nafsu mengawal kita?
agar hilang pula marwah kita?
Astaghfirullah...
Kau benar...lagi-lagi benar...
Cinta tidak seperti itu...
Cinta tidak membabi buta seperti itu...
Cinta juga memerlukan latihan...
Cinta juga memerlukan Tuhan.
Aku harap,
Ini adalah satu latihan kecil saja...
Aku harap,
Aku bisa mengarunginya,
bersama dirimu...
Insya Allah...
---
untuk cintaku...
---di penghujung malam---
Senin, 22 Agustus 2011
Belum rizki...
Nanami: Percakapanku dengan kakak...:Obral Janji
Kulihat dia baru saja turun dari lantai atas rumah kami.
"...eh, Nanami mau kemana?" tanyaku keheranan melihat dirinya sudah rapi dan cantik, siap untuk berangkat.
"Nanami mau jalan-jalan ke Mall diajak Papa..." Lalu dia mengambil hand bag yang biasa dia bawa setiap kali ke Mall.
Aku melirik suamiku.
"Emang kamu ngomong apa sama dia?" tanyaku sama suamiku.
"Aku juga kaget, dia nganggap serius omonganku tadi..."
"Uhhh kamu ini.." gerutuku pada abang tercinta.
----
Janji. Terkadang kita sebagai orangtua suka mengobral janji kepada anak tanpa difikir masak-masak apakah janji itu bisa direalisasikan atau tidak, semisal untuk mendiamkan anak yang sedang menangis atau menyuruhnya untuk pergi mandi. Seperti dua anakku si sulung Nanami dan Ichiro yang beranjak 5 tahun, kalau masuk weekend day pasti susah sekali untuk disuruh mandi, selalunya mau pergi mandi selepas diiming-imingkan sesuatu semisal janji mau diajak jalan2 kalau pergi mandi. Sedangkan anakku yg nomor 2 Ichiro paling susah disuruh makan makanan yang baru (hmmm sebenarnya kita juga orang dewasa akan melakukan hal serupa terhadap sesuatu hal yang baru bukan?), pernah nih suatu hari aku buat kue ketan pisang, aku menyuruhnya mencoba tetapi dia tidak mau sama sekali sambil menutup mulutnya rapat-rapat, Huuuhh gemas sekali aku dibuatnya, alhasil dikeluarin juga deh jurus mengobral janji, kukatakan padanya kalau dia mau coba kue ini, nanti akan aku belikan buku transformer kesukaannya. Dan benar saja, walau agak ragu sedikit demi sedikit dia memberanikan diri juga memasukkan kue itu ke mulutnya. Hahahaha :D
Sebenarnya bagus ngga ya kita selaku orangtua mengobral janji pada anak? Sebenernya sih ngga bagus ya tapi sesekali boleh2 aja asalkan memang janji itu dipenuhi, tapi kalau ngga dapat dipenuhi atau itu hanya senjata kita sebagai orangtua supaya mereka melakukan spt apa yang kita mau lebih baik ngga usah mengobral janji, takutnya kalau kita hanya bisa mengobral janji tanpa bisa memenuhinya, lama-kelamaan anak akan tidak percaya lagi omongan orangtuanya. Ngga mau kan hal itu terjadi?
Mengobral janji kepada anak memang ngga boleh dipelihara atau sering2 dilakukan, takutnya nanti anak akan melakukan segala sesuatunya dengan pamrih dan tidak tulus.
Tapi aku juga sering mengobral janji disaat-saat anakku menghadapi ujian loh...^^ Aku selalunya menjanjikan buku cerita, komik dan alat2 tulis jika mendapatkan markah yg baik. Aku ngga mau menjanjikan sesuatu yang ngga bisa aku penuhi semisal benda yang mahal. Cukuplah aku janjikan dengan benda2 yang berguna untuknya. Dia sudah sangat bahagia. ^_^ Biasanya anakku jadi semangat kalau sudah aku iming2i sesuatu. Untuk obral janji yang satu ini mungkin boleh kali ya... ^_* mungkin bukan obral janji tapi lebih kepada reward memberi sesuatu karena prestasinya, krn perbuatannya yang baik, dll...karena memberi reward kepada anak juga merupakan bahasa cinta kita kepada mereka ...
---
Balik kampung...
Dia tak menjawab. Diam.
"Kamu ingin ngga suatu hari nanti saat kita sudah tua, anak-anak menjenguk kita, menengok kita, dan pulang pada hari raya? Kalau aku, aku ingin anak2ku pulang pada hari raya.Pasti senang sekali rasanya. Bukankah kita juga harus memberikan contoh pada mereka? anak-anak jg rindu nenek dan kakek mereka"
"Selain itu mereka kan sudah tua, kita tidak tahu sampai kapan kita bisa bertemu lagi?" Aku lihat wajahnya menerawang. Mungkin dia sedang mengingat alm papa.
"Hhmm, aku udah periksa catatan keuangan kita, rasa2nya kita bisa pulang sayang..., bagaimana?"
"Kalau ada tiket murah....," Kulihat sinar setuju di balik wajahnya. Alhamdulillah.
"Iya, kalau ada tiket murah ya..., yuk kita cari..." kataku semangat.
Akhirnya malam tadi kami bersama-sama mengubek-ubek website maskapai penerbangan yang biasa kami hanya tengok saja. Dari satu website ke website yang lain tak ada satupun yang murah. Rasa kecewa mulai menghampiri diriku.
"Coba yang ini say, aku dengar dari Bu Nur katanya ini murah loh..." belum lagi kehilangan harapan.
"Kita coba ya..."
"Iya..."
---
Ternyata rupanya Allah diatas sana mendengarkan doaku, pintaku. Alhamdulillah, ternyata pilihan terakhir itu sesuai dgn budget kami. Alhamdulillah rizki kami mungkin...Sungguh saya percaya asalkan kita mau berusaha, insyaallah Allah akan beri jalan keluar yang terbaik buat hambanya. Amin Ya Rabb... Terimakasih ya Allah Engkau telah cukupkan kami...
