Sepatah Kata

SEPATAH KATA SEMANIS KURMA...

Seperti halnya kereta dengan gerbong-gerbongnya yang panjang, kehidupanku pun demikian. Diantara gerbong-gerbong hidupku mungkin ada kamu--my beloved family, my dearest friend yang membuat kereta kehidupan-ku menjadi penuh arti dan sesak dengan canda dan tawa. Untuk Cintaku, aku akan selalu menemanimu dan terus mendukungmu sampai kapanpun, sampai bila-bila, dan untuk keluargaku nun jauh di Indonesia (Jakarta dan di Lampung) one day we will meet again I promise, dan untuk sahabat-sahabatku tetaplah jadi temanku yang selalu menemaniku anytime anywhere.

Kereta kehidupan akan bertutur tentang diriku, dan kehidupanku disini, di negara yang masih baru bagiku Malaysia, di sebuah negeri yang terkenal dengan pantai timurnya, dengan hutan tropikalnya yang cantik, serta laut-lautnya yang tetap dibina semula jadi (natural), yah negeri Pahang Darul Makmur dengan bandar (ibukota) Kuantan, bersama suami dan anak-anakku tercinta.

Dan untuk teman-teman dunia mayaku yang baru aku kenal, salam kenal ya... mudah-mudahan kita bisa menjadi teman juga ya... *_^


Daisypath Anniversary tickers

Kamis, 09 Desember 2010

HIJRAH DIRI

Kemarin ketika saya menghadiri majlis liqo yang biasa saya hadiri di setiap Rabu itu, seorang temanku, yang juga seorang bunda dari kedepalan anaknya memberikan tausiah kepada kami yang datang ke majlis itu. Tema hari itu adalah mengenai Hijrah, tentunya tema itu adalah tema yang masih hangat karena  berkaitan dengan pergantian tahun baru dalam kalender islam atau lebih dikenal dengan 1 Muharam (7 Desember 2010) yang baru saja lewat beberapa hari lalu..

Dalam sejarahnya Hijrah ini bermula dari perpindahan Baginda Rasul Muhammad Saw dari Mekah kota kelahirannya ke Madinah atas perintah Allah Swt. Pengejawantahannya dalam sehari-hari, makna hijrah ini tidak sesempit arti harfiahnya yang berarti pindah. Melainkan lebih kepada aplikasi makna hijrah itu sendiri dalam kehidupan kita sebagai makhluk Allah di muka bumi ini. Sebagaimana Allah menyeru hambaNya agar kita menjadi sosok manusia yang lebih baik dari hari-hari sebelumnya. Dan janganlah kita menjadi golongan orang-orang yang merugi karena hari ini tidak lebih baik dari hari kemarin. Astaghfirullah.
.
Pagi ini, sekitar pukul 6.30 pagi hari waktu malaysia atau lebih tepatnya pukul 5.30 waktu indonesia bagian barat, saya mendapati suatu ceramah pagi hari yang sangat menggelitik saya sehingga saya tidak menggantinya dengan talian yang lain. Tema ceramah pagi ini adalah mengenai Hijrah Diri Utama Keluarga. Bahwa kita perlu senantiasa memperbaiki diri setiap hari dalam rangka membentuk keluarga yang harmonis dan melahirkan anak-anak yang sholeh. Dalam setiap aspek kehidupan, kita hendaknya mengamalkan hijrah diri: hijrah bagaimana mendidik anak dengan cara yang baik, hijrah mencari ilmu agama yang bermanfaat bagi diri sampai kepada hijrah bagaimana mencari rizki yang halal dan barakah. Kurang lebih begitulah yang saya tangkap. Subhanallah.

Ustadzah tadi menyampaikan bahwa dalam rizki halal sekalipun terkadang masih terdapat yang haram, apakah itu? yaitu apabila dalam bekerja kita seringkali melalaikan pekerjaan kita dan tanggungjawab kita sebagai pekerja semisal kita datang dan pulang dari tempat kerja tidak sesuai dengan waktu yang seharusnya. Banyak dari kita merasa yang penting pekerjaan beres dan tidak terbengkalai, jadi boleh2 saja balik pulang lebih cepat atau mencari pekerjaan sampingan yang lain. Banyak dari waktu kita di tempat kerja justru dihabiskan dengan berfacebookan ria. Apakah perusahaan membayar waktu kita untuk berfb-an? Apakah ini juga merupakan salah satu korupsi waktu? saya sendiri pun tidak berani menjawabnya langsung. Namun jauh di dalam lubuk hati saya menjawab ya. Hal-hal seperti itulah yang ustadzah tadi sampaikan kepada pemirsa di rumah bahwa suatu rizki yang halal bisa mendatangkan ketidakbarakahan.

Saat ini masyarakat Jakarta khususnya dikagetkan dengan berita penyalahgunaan jabatan yang dilakukan seorang pekerja di level bawah pns yang mengakibatkan seorang pekerja tersebut menerima sejumlah uang yang tidak terhitung banyaknya.. Mungkin ada banyak dari kita mengutuknya, menyumpahinya bahkan menginginkannya di hukum mati di atas perbuatannya itu. Masalah ini nampak jelas di permukaan dan menjadi pembicaraan ramai baik di berbagai media, hal ini karena  berkaitan dengan uang yang secara fisiknya dapat disentuh dan terlihat. Namun bagaimana dengan waktu? waktu yang kita gunakan bukan untuk bekerja boleh menjadi salah satu jenis korupsi baru, yang kalau boleh dihitung per tahun akan mendapat bilangan yang besar yang kalau dikalkulasikan kepada biaya per jam per hari seorang pekerja itu dibayar, maka sejumlah itulah nilai korupsi yang telah kita lakukan. Astaghfirullah al adzimmm. Saya jadi merinding kalau mendapati kenyataan itu.

Saya terpaku menyimaknya. Saya benar2 meresapinya. Sungguh banyak kesilapan-kesilapan yang kita buat sehari-hari tanpa disengaja tentunya. Seringkali kita sebagai istri meminta suami kita pulang cepat tanpa alasan semata-mata agar anak-anak senang saja, seringkali kita menyuruhnya untuk berangkat kerja agak siangan agar waktu dia bersama keluarga lebih banyak lagi, dan masih banyak lagi kesilapan2 seorang istri yang dilakukan untuk keluarga. Semoga Allah SWT senantiasa memberi ampunan yang sebesar-besarnya atas segala dosa dan khilaf yang kita perbuat. Dan semoga kita menjadi makhluk yang lebih baik lagi di mata Allah SWT. Sesungguhnya sebagai makhluk ciptaaNya, kita akan kembali kepadaNya dan tentunya kita menginginkan kembali dalam keadaan yang bersih.

Selamat Tahun Baru Islam, semoga Allah menjadi kita insan yang lebih baik dari hari ke hari.
 Amin Ya Robbal Alamin...

Salam,

Anakku pandai...

Ini adalah tentang Ichiro.
Semalam kami, aku, suamiku dan ichiro anakku nomor 2 tengah menyaksikan satu tayangan magic di televisyen. Ceritanya ada seorang magician tengah memperlihatkan dirinya yang bisa terbang (melayang di udara) dihadapan orang ramai. Semua orang terperanjat. Begitupun dengan dirinya.

"Mama, orang itu boleh terbanglah.., MAGIC...!!!", ucapnya dengan penuh ekspresi tanda tanya.
"Iya ya?? bagaimana ya dia boleh terbang?", tanyaku padanya dengan keheranan.
"Hmmm, kali ada asap di bawah kakinya...", sahutnya spontan..
"Atau ada angin di bawah kakinya, ma...", tambahnya lagi.
"Atauuu... ada roket di bawah kakinya, ma !!!."
"Bukan magiclah kalau gitu..., iya bukan magiclah..." katanya membantah pernyataannya sendiri.
"BUKAN MAGIC lah..." sahutnya lagi dengan penuh percaya diri.

"Itu namanya SAINS...", celetuk suamiku yang tengah asyik dengan laptopnya.
"Iyalah itu..." katanya mengakhiri. Entah apakah dia memahami makna sain atau tidak.
"Ihhh anak mama pandai betul..."
"Iyalah ..., otak chiro ini boleh berfikir banyak benda lah ma..."
Glekk. Hehehe...

Aku terperanjat sekali dengan jawabannya. Dari usianya yang baru saja menginjak 4 tahun dia sudah bisa menganalisa suatu fakta bahwa manusia tidak dapat terbang. Bahwa hanya angin, asap dan roket sajalah yang boleh terbang. Sedangkan aku sendiri tidak berfikir ke arah sana. Justru dalam fikiranku sang magician tengah melakukan ilmu sihir yang dikendalikan oleh Jin atau makhluk halus sehingga membolehkannya terbang untuk beberapa detik saja. Aku tidak berfikir sampai sejauh itu sampai dari mulutnya yang mungil menguraikan suatu fakta bahwa manusia tidak dapat terbang. Bahwa ada sesuatu benda yang membolehkannya terbang. MasyaAllah. Sungguh anak itu pandai.
Manusia diciptakan Tuhan dengan akal dan fikiran yang sempurna. Malam itu aku mengagumi kehebatan akal dan fikiran pada seorang kanak-kanak yang diberikan Tuhan pada makhluk ciptaannya.
Wallahu Alam,

Salamku dari Kuantan.

Kamis, 21 Oktober 2010

Pagi hari bersama Bibi : Berazam

Sekedar berazam saja mungkin mudah saja, tetapi melakukannya, mewujudkannya, merealisasikannya adalah bagian yang paling tersulit. Itu Aku. Hari ini aku baru boleh hapal 14 ayat dari surat Al-waqiah. Malu aku. Bibiku malah sudah hafal semuanya loh. Hebat dia, salut aku. Yosshhh, aku mau sungguh-sungguh kali ini, 96 ayat memang bukan sedikit buat aku, tapi ngga terlalu banyak utk sebagian orang yang hafiz Qur`an.

Belakangan aku lagi semangat datang ke Liqo. Ada aja ilmu baru yang aku dapat. Aku jadi tambah penasaran untuk datang di tiap2 minggu ke depan. Dua pekan ini aku baru belajar mengenai dosa jariyah dan bahayanya hadad (dengki). Bikin aku jadi mikir2 sendiri dan terbayang dengan dosa2ku sendiri. Ihhhh seremmm...

Balik lagi ke surat Al-Waqiah. Surat ini tergolong surat Makkiyah dan terdiri atas 96 buah ayat. Keutamaan surat ini berdasarkan yang aku kutip di kitab Majmu Syarief hal. 125 sbb:
1. Sabda Rasulullah Saw.: Siapa membaca surat Al-Waqiah setiap malam, dia tidak akan ditimpa kesusahan/kemiskinan selama-lamanya (Diriwayatkan oleh Baihai dari Ibnu Mas`ud r.a).
2. Ada pula yang mengatakan, jika dibaca 40 kali dalam satu majelis setiap hari, selama 40 hari berturut-turut, maka Allah akan membukakan pintu rezeki yang halal dan berkah.
3. Sabda Rasulullah saw.: Ajarkanlah surat Al-Waqiah kepada isteri-isterimu. Karena sesungguhnya ia adalah surat kekayaan.

Subhanallah bagus kan keistimewaan surat itu.
Kata Bibi. "Bu, padahal saya sudah hafal surat ini sudah sejak lama, cuma ngga tahu fadhilahnya. Sekarang saya sudah tahu, saya juga doakan untuk anak-anak saya. Alhamdulillah Si Nur sudah dapat kerjaan yang lebih baik sekarang"

Alhamdulillah ya Bi, aku juga ikut seneng dengernya. Aku juga doakan yang terbaik utk bibi. Tinggal sekarang aku juga mau menghafalnya agar bisa mengamalkannya setiap hari, amin.

-----

Jumat, 15 Oktober 2010

Adul Oh adul....

Lemas aku. Sudah satu halaman kutulis seputar Ichiro. Terhapus sudah oleh jari-jari kecil nan lembut yang tengah bersamaku tadi. Ahhh...rasanya seluruh energi hilang dalam sekejap. Buyar sudah keinginanku mem-posting satu ceritaku dengan Ichiro. Ohhh sayangku Adul..., kenapa kamu hapus tulisan mama? Memang bukan salahnya. Salahku yang mengajaknya ke ruang aktiviti. Salahku yang malas beranjak mematikan layar laptop ini. Dia mau bobo. Yah lain kali sajalah kupenuhi janjiku pada papanya anak-anak utk menuliskan satu tulisanku ttg Ichiro.

Si jari-jari kecil mungil itu sekarang tertidur pulas disampingku. Tanpa dosa. Polos. Putih. Cakep. Adul.

Rabu, 13 Oktober 2010

Guraun pagi ini

"Bang, yuk cepetan mandi, mama mau pergi nih, mau ikut ngga?" kataku pada sang ultraman.
"Mau, mau... tapi chiyo mau pake baju ini ma..."
"KOK ini lagi, semalam kan udah dipake yo, bau..."
"Ngga mah, ngga bau...iyo mau pake ini..." katanya setengah merajuk.
"Dicuci dulu dong biar bersih, biar ngga gatal-gatal badan iyo nanti..."
"Ngga mah..."
"Oia, nanti sore kan mama mau ke carrefour, kalau baju ini dicuci sekarang, nanti boleh pakai lagi..."
"terus iyo pake baju apa dong..."
"Pake baju robot aja ya..., kan ini juga dari nenek, masih baru..."
"ohh, yang robot itu..."
"Yah?", "Boleh?"
"Unn," Katanya mengangguk.
--- alhamdulillah bisa juga ngerayu dia, hehehe...

Selasa, 12 Oktober 2010

Bandar Kuantan

Bandar Kuantan dimana aku berpijak sekarang bersama suami dan anak-anakku adalah sebuah ibukota yang relatif kecil dari sebuah negeri yang terluas di semanjung malaysia, ia terletak bersisiran dengan laut cina selatan atau yang lebih sering disebut orang pantai timur malaysia. Posisinya yang menurutku terbilang strategis karena dikelilingi negeri negeri kecil lainnya dapat membawa kami kemana saja bila-bila masa. Sekitar 4 jam saja dari kuantan kita akan sampai ke ibukota negara, Kuala Lumpur.

Oia disini ada airport nya juga loh !!. Sepanjang jalan menuju ke KL kita akan lalui perkebunan kelapa sawit dan hutan tropikal yang luas lagi panjang, wah cukup membosankan memang. Untunglah jalan menuju kesana adalah jalan bebas hambatan (TOL) menjadikan perjalanan sejauh 400 km itu tidak begitu meletihkan.



Karena letak Kuantan di tepi pantai, so banyak pantai-pantai indah yang masih alami dan asri yang boleh dijadikan tempat melepas lelah kami sembari melihat anak-anak bermain pasir dan berenang. Kami sememangnya senang yang gratis gratis hehehe.... Di Kuantan pantai yang paling menarik dan paling sering kami singgahi adalah Pantai Telok Cempedak. Selain dekat dengan tempat tinggal kami Taman tas, pantai ini paling ramai dikunjungi, mungkin bestnya Kuantan. Menghadap ke arah laut berjejer kedai-kedai mini yang menjual beragam souvernir dan cinderamata, dan beberapa kedai makan. Bagusnya di Malaysia harga makanan di tempat-tempat wisata tidaklah mahal, tidak ada bedanya dengan di luar area wisata (menurut saya sihh...). Tak jauh dari sini ada beberapa hotel bintang 5 dan vila-vila kecil.
Selain pantai telok cempedak, ada pantai-pantai lain yang masih alami dan natural, seperti pantai Cherating, dan pantai Balok. Kalau di Pantai Cherating banyak orang bule (orang malaysia bilang mat saleh) soalnya dengar-dengar nih walaupun belum liat dengan mata kepala sendiri sih bule2 banyak yang selancar disini, tapi kok perasaanku pantainya biasa-biasa aja deh...sepi... lebih cocok untuk orang2 yang lagi honeymoon kali ya... Sedangkan pantai Balok cocok untuk wisata keluarga, karena banyak pohon2 cemara yang rindang dan lebat.

Di Kuantan, ada juga loh kolam renang waterboomnya-Gambang Waterpark, terletak di Gambang sekitar setengah 45 menit dari bandar. Sepanjang perjalanan menuju kesana yang nampak hanya hutan kelapa sawit dan hutan tropical.  Letak kolam renangnya unik loh krn berada di tengah-tengah hutan....Jadi berenang sambil menikmati pemandangan alam sekitarnya. Saya salut sama yang punya ide buat kolam renang ini kok bisa2nya terpikir buat kolam renang di dalam hutan. Hehehe... Saya bilang sama suami saya, kalau ngga mau bayar masuk aja kali ya lewat hutan. Iseng amat kali, yang ada dipatok ular hehehe....katanya.

Saya dan suami suka ngajak anak2 jalan2 di akhir minggu sekedar ke taman yang ada perosotan dan ayunannya...yah pokoknya ke taman2 yang sengaja dibuat untuk fasilitas umum. Nah paling sering ke Kuantan Esplanade (bener ngga ya spellingnya??). Di hadapan esplanade kuantan ada Hospital Tengku Ampuan Afzan (HTAA) milik kerajaan,nah di rs ini nih anakku yg bontot (yg nomor 3) lahir.
Tapi baru2 ini baru tahu ada tempat untuk joging juga sebuah Taman Bandar di Indera mahkota. Disana terdapat fasilitas umum utk bermain bagi anak-anak, ada danau yang luas dimana anak2 boleh memberi makan ikan2 yang sudah gemuk itu. Sementara orangtuanya boleh berjoging memutari danau yang indah itu. Kata teman saya yang orang Malaysia, ada satu tempat lagi yang indah, namanya Taman Gelora, arahnya menuju ke jalan beserah atau teluk sisek..

Kalau dibandingkan dengan Kota Jakarta, memang Kuantan ini tidak ada seberapanya. Jakarta Timur pun mungkin masih lebih ramai dibandingkan disini. Di Kuantan Mall2 tidak terlalu banyak spt di Jakarta, setidak2nya supermarket asing tidak banyak disini, yang banyak adalah supermarket tempatan (lokal) seperti Tunas Manja, Terus Maju, My Din, dll. Sebenernya bagus juga sih pemerintah membatasi supermaket2 asing, mungkin ini ngga lain untuk memajukan atau menumbuhkembangkan potensi di dalam negeri sendiri. Lain sekali kalau dibandingkan dengan Jakarta yg terlalu banyak supermarket asing yg jelas2 menambah untung  bagi konglomerat2 saja dan mematikan potensi perniagaan kecil.  Carrefour aza cuma ada satu disini dan letaknya tepat di tengah bandar di dalam salah satu mall terbesar disini, East Coast Mall. ECM boleh dibilang keberadaanya cukup baru, selain itu ada Kuantan Parade, Berjaya Megamall, Kamdar, dan Teruntum tempat shoping ataupun hanya just window shoping... Kami sekeluarga paling sering ke ECM, disini ada semua kesukaan anak2ku, spt makan sushi di Sushi King (ini makanan kesukaan nanami) dan KFC (kesukaaan ichiro), serta ada movie theater nya juga (kalau ini kesukaan semua anggota keluarga kami. Biasanya setelah belanja di Carrefour, kami cuci cuci mata di kedai2 pernak pernik di sekitarnya, ada kedai LIVING CABIN yang suka kami datangi, atau sekadar hanya mencicipi sepotong dua potong Banana Choco Crispy dan Jagung manis atau menikmati lezatnya roti boy. .




Itu dulu ya ceritaku tentang Kuantan...sejujurnya aku mulai menyukai kota ini....

Fitri.

Be a Mom

Bismillahirrahmanirrahim,
Alhamdulillah Abdullah -- Adul kecilku 6 bulan jalan 3 minggu yang kemarin baru saja tumbuh gigi 1 buah -- sudah terlena kembali dalam lelapnya setelah mandi, makan bubur biscuit heinz, dan minum ASI, kenyang pasti. Kulirik masih pukul 8.00 pagi. Saatnya aku check2 email sebentar sebelum jagoan ultramanku bangun around 8.30 dan minta dilayani.(maklumlah dia juga masih berumur 4 th).  Subhanallah saya bersyukur sekali diberikan kenikmatan memandikan anak-anak saya, menyuapi mereka, dan melayani mereka semampu saya. Mudah2an apa yang saya berikan dapat mereka rasakan juga.

Semalam suamiku mengabarkan bahwa proposal S3ku di UMP masih  belum mendapatkan supervisor atau pembimbing, So proposalku masih stuck di office, kena waiting list....Fuhhh!!!. Katanya supervisor yang kekhususannya sesuai dgn topik yang akan aku ambil akan pergi, jadi belum ada penggantinya. Ada senengnya juga sih mendengar berita tsb . Karena sesungguhnya deep in heart saya belum rela meninggalkan anak2 saya sedini mungkin disaat mereka lebih memerlukan saya. Sekolah saya yang juga merupakan impian mama papa saya, suamiku tercinta, dan juga impianku yang terpendam sejak dulu masih boleh menunggu. Mungkin nanti saat mereka sudah membesar dan lebih mandiri, itulah saatnya saya merampungkan impian-impian tersebut. InsyaAllah.

Waktu dan kebahagiaan saya bersama mereka saat ini lebih penting buat saya, karena masa-masa kedekatan saya dengan mereka tidak akan bisa terulang dan tergantikan dengan apapun juga..
Saya tidak bisa membayangkan bagaimana akan terbengkalainya anak-anak saya jika saya tidak ada di pagi hari.. Pagi sekali sekitar pukul 5 dini hari saya sudah harus pergi mandi bersama sulung saya, princessnya Papa, Nanami, dan kemudian menyiapkan baju seragamnya, sesekali saya melatihnya untuk pergi sholat bersama-sama saya, menemaninya dan memastikannya sarapan pagi, mempersiapkan apa yang akan dibawanya untuk bekalnya, menguncir rambutnya yang sudah mulai memanjang. Selepas urusan kakaknya beres si bungsuku pun ikutan bangun juga meminta jatah paginya hehehe... terkadang saya harus bergantian dengan bibi jika saya masih tidak ada waktu.. Walaupun saya memiliki bibi bukan berarti saya boleh berleha-leha dan menyerahkan sepenuhnya padanya. Cukuplah urusan domestik saja yang dia tangani walaupun sesekali tdk saya pungkiri sayapun meminta pertolongannya menjaga si kecil di saat-saat tertentu.

Saya teringat suatu film kalau ngga salash judulnya Crime of the Past, ceritanya ada seorang anak perempuan yang ditinggalkan ayahnya sejak kecil krn ayahnya ini berprofesi sebagai agen CIA.. 15 puluh tahun kemudian sang ayah datang kembali saat anak perempuannya itu telah memiliki seorang anak (cucu). Sebenarnya si ayah tidak sepenuhnya meninggalkannya, tapi terus memantau putrinya itu hanya dari kejauhan saja karena kebetulan saat itu telah berpisah dari istrinya dan tidak diperbolehkan bertemu dgn anak perempuannya itu. Singkat cerita sang ayah ingin bertemu dgn putri kecilnya yang dulu ditinggalkannya. Apa jawab anak perempuan tsb saat bersua dengan sang ayah.
"Saya tidak memerlukanmu lagi ayah...", saya memerlukanmu saat dulu ayah meninggalkanku...., saya memerlukanmu saat dulu saya membutuhkan dekapanmu, pelukanmu, belaian kasih sayangmu...., saat itulah saya memerlukanmu Ayah..." Kurang lebih begitulah kata2nya kalau ngga saya hiperbola hehehe.

Aku tersentuh mendengar pernyataan anak perempuan itu. Fikiranku melayang kepada putri sulungku Nanami, dia masih 7 th, terkadang dia manja sekali dan sangat tidak mandiri....Tapi saya sering memarahinya krn sikap manjanya itu dan mengatakan padanya bahwa dia sudah besar dan sudah seharusnya mandiri. Mungkinkah dia memerlukan itu semua dari diriku? kemanjaannya, ketidakmandiriannya adalah semata-mata bagian dari sikapnya yang ingin disayangi... Saya sadar masa-masa manjanya ini akan lewat secepat kilat sejalan dengan kematangannya kelak.. Seharusnya saya menikmati masa-masa itu...krn masa-masa inilah yang akan diingatinya kelak hingga ia besar nanti.

Menjadi full house wife memang tdk lah semudah orang membicarakannya. Bukan karena banyaknya rentetan pekerjaan yang tiada habisnya itu, bukan itu karena saya yakin para ibu yang bekerja paruh waktu atau sepenuh waktunya diluar sana juga menghadapi masalah yang serupa dengan saya, malah mungkin lebih kompleks. Melainkan saya harus berkompromi dengan hati saya sendiri-dengan diri saya, yah..., saya harus bisa mengawal diri saya untuk tidak sering marah2...memang tidaklah mudah. Jika di kantor kita memarahi anak buah kita atas perbuatannya, mungkin kita tidak akan merasa semenyesal jika kita memarahi anak kita sendiri.

Capekkah? jelas tak terbilang lagi penatnya, letihnya, tetapi asalkan kita melakukannya dengan ikhlas, kita akan menikmati setiap percakapan kita dengan mereka, setiap canda kita dengan mereka. Tinggalkan kerjaan mu yang lain saat dirimu sedang bersama anak-anakmu itulah kunci dalam menikmati diri menjadi seorang ibu. Pekerjaan ibu rumah tangga memang tidak ada habisnya, jika mau diikuti, maka waktu 24 jam pun tidak akan cukup rasanya. So, jangan mau diperbudak pekerjaan karena kitalah yang seharusnya dapat mengatur waktu dan pekerjaan itu semua dan bukan waktu ataupun pekerjaan itu yang menghalang kita untuk bermain dengan anak-anak kita.

Dalam setiap sholatku sering kusampaikan padaNya curahan hatiku yang terdalam, kepada Sang khalik yang maha membolak-balikkan hati, saya memohon kepadaNya agar saya dapat menjadi ibu yang baik bagi anak-anak saya, dan tentunya juga menjadi istri yang dapat menenangkan hati suami....amin.

Wahhh pas sekali si abang ultraman Ichiro telah bangun dan meminta dibuatkan susu dengan busa yang banyak....
Sudah dulu ya...

Jumat, 08 Oktober 2010

Jagoan Mama dan Princesnya Papa


Ini dia buah hati kami tercinta...

Jalan2 di Bandar Trengganu

Indahnya Masjid Kristal di kota Trengganu...

Percakapan Pagi Ini

Suatu hari di musim Haru. 2006.Nanami, 2,5 th.

Percakapan Pagi Ini

Awan yang kelabu dengan rintik hujan pagi ini mengguyur basah pulau kecil tempat tinggal kami-Port Island, sebuah pulau buatan yang berada di Kota Kobe, merontokkan sebagian bunga sakura satu persatu dari tangkainya, jatuh bersama air hujan, bersatu dgn tanah-tanah yg becek. Keindahannya yang sempat menawan hati beberapa hari ini telah hilang sudah, tapi tetap membekas indah dalam ingatan dalam meresapi keindahan Sang Pencipta. Sakura yg terdiri dari lima kelopak itu, dan berwarna putih dan ada yang merah muda itu, memang tak lama umurnya. Ia hanya hadir sebagai tanda Haru (musim semi) telah tiba, mengawali kebahagian dan keceriaan di hati tiap-tiap orang yang menyambut datangnya semi. Setelah hati tiap-tiap orang terpaut, ia pun pergi, untuk kemudian digantikan oleh dedaunan hijau merayap.
Pagi ini, masih dalam selimut kutengok buah hati dan kekasih tercinta yg berada disampingku. Malas-malasan juga mereka membuka mata. Sapaku pagi ini pada buah hatiku "Ohayou.."
"Capek…" ujar buah hati kami seketika. Rupanya Ia pun enggan beranjak dan menyalakan tipi, hal biasa yg sering dilakukannya. Sambil memasukkan jempol ke dalam mulutnya dan memainkan kuping kanan dgn jari-jemarinya ia kembali merapatkan tubuhnya diantara kami.
Kami terkaget dgn ucapannya.
"Capek?, kenapa capek?" kataku padanya sambul kucuri ciuman dari pipinya. Serta merta ia meronta. Hehehe…
"Mamami-chan…, itai…", katanya lagi.
"Apanya yg itai?", (apanya yang sakit?) kataku sedikit tersentak.
" Itai kaki…"
***
Seharian kemarin pada suatu minggu yang sungguh cerah dan hangat, kami bersama teman-teman PPI Kobe berjalan-jalan melihat bunga sakura (Hanami) di Korakuen Okayama, dua jam setengah perjalanan lewat bus dari Kobe-shi ke Okayama-shi, sesampainya disana, tak kurang tiga jam kami berkeliling menikmati indahnya bunga sakura yg terhampar megah di sisi-sisi jalan di luar taman Korakuen, juga dari menikmati bunga sakura yang berjejer rimbun di sisi-sisi sungai yang mengeliling taman Korakuen tsb. Subhanallah indah sekali karunia Allah itu. Ada yg berwarna putih kekreman, juga ada yg berwarna pink. Taman Korakuen adalah salah sebuah taman buatan yang terindah di Jepang, katanya. Di balik taman Korakuen tsb tampak Jo (Kastil) megah berdiri, entah zaman kekaisaran berapa, saya tidak tahu. Sebelum memasuki taman korakuen, kami terlebih dulu berkumpul bersama teman-teman dari Okayama, yang telah lebih dulu menghampar tikar plastik persis dibawah rimbunnya Pohon Sakura. Kanan-kiri depan pemandangan hamparan plastik di bawah pohon sakura memadati kanan-kiri jalan. Bersama teman-teman Okayama, kami saling berkenalan satu dengan yang lainnya. Hanabira-rontokan bunga sakura- memenuhi hamparan tempat kami melepas lelah, sesekali jatuh pula ke dalam makanan-makanan yg kami bawa dari rumah masing-masing. Bento yang kami dan teman2 bawa masing-masing tidaklah begitu istimewa, semisal hanya sambal telur, nasi uduk, ayam goreng, mie, telur dadar, kerupuk, buah-buahan yang memang tergolong gampang dibuat dan praktis untuk dibawa. Tapi saat itu rasanya hidangan itu semua terasa begitu sangat nikmat, apalagi makannya dibawah Sakura, bersama teman-teman dan sambil melihat bunga sakura yg sesekali merontok jatuh, menambah kelezatan tersendiri rasanya.
Setelah makan dan sholat, Nanami mengajakku untuk menaiki berbagai atraksi permainan yang ada di sisi sungai Korakuen. Saat itu banyak hiburan untuk anak-anak disajikan. Dua kali Nanami minta naik kereta listrik, sekali bersama ku, sekali ia naik thomas sendiri. Ia sungguh senang, sambil melambai-lambaikan tangannya ke arah papanya yg asyik merekam dirinya lewat handy-cam. Kemudian ia juga minta dibelikan balon bergampar Anpanman, yah krn suasana hati juga lagi bahagia, permintaannya kali ini kuturuti tanpa kutawar-tawar lagi.
Setelah itu kami baru masuk ke taman Korakuen. Taman yang luas dan indah itu sungguh menarik hati. Nanami yang mungil mengatakan ingin bobo, tapi kami katakan, nanti yah bobonya sth masuk ke taman. Sesampainya di dalam taman, ia mendapati ikan-ikan besar di dalam kolam, saking asyiknya ia memberi makan ikan2 tsb, pemberian orang sebelah kami, lupa ia dgn keinginan tidurnya semula. Hilang pula kantuknya setelah diajak papanya bermain badminton di dalam taman itu. Sakura di dalam taman itu tidak sebanyak dgn yang ada di luar taman, uniknya sakura2 disini berkumpul menjadi satu, sehingga dari kejauhan menjadi kumpulan warna merah muda diantara warna hijau. Cantik sekali. Dibawah sakura2 itu, orang-orang melepas lelah, membuka tikar dan menyantap hidangan bersama sanak keluarga dan teman-teman.
Kami tiba kembali di Kobe sekitar pukul 6 Sore. Wajar saja, seharian kami berada diluar, tentu letih sekali, tapi rasa suka-cita telah mengalahkan rasa letih kami. Nanami sepanjang perjalanan pulang ke Kobe, ia tertidur pulas sekali didalam bus. Capek rupanya ia. Begitulah ceritanya, mengawali percakapan kami pagi ini.
***
"Kaki Nami sakit?, sini mama pijitin…", Ia kemudian menyodorkan kaki kananya ke arahku. Papa Nami tak kuasa menahan geli menyaksikan aksi si mungil kesayangannya.
"Enak?"
"Unn, enak…" katanya menyeringai nakal. Kemudian gantian dengan kaki kirinya disodorkan. Kalau ingat adegan ini, persis seperti papanya yg sering minta pijit.
"Udah…" kataku mengakhiri pijitan terakhir. Sambil kembali kumasukkan kakinya ke dalam selimut Pooh-san kesayangannya.
"Lagi?" katanya tiba-tiba.
"Hah, lagi?" saya dan suami jadi tertawa sangat geli dibuatnya. Rupanya kakinya pegel kali ya dari jalan2 kemarin itu.
"Sini, gantian papa pijitin", sahut suamiku meraih kaki nami-chan menawarkan bantuan. Tumben, hehehe…kalau bukan utk putri kesayangannya, mana mau dia, hehehe…
"Kasihan ya anak papa, masih 2,5 th disuruh jalan terus", guraunya pada putri kesayangannya.
Pagi ini kami mengawali pagi dgn senyuman dan tawa oleh ulah anak kami, entah apa lagi yang diperbuatnya besok, entah apa lagi kejutan yang dihadirkannya esok. Berbagilah nak, berbagilah suka-citamu dengan kami. Terus…
Dengan cinta dari Port Island, 10 April 2006
Salam hangat untuk semua…