Sepatah Kata

SEPATAH KATA SEMANIS KURMA...

Seperti halnya kereta dengan gerbong-gerbongnya yang panjang, kehidupanku pun demikian. Diantara gerbong-gerbong hidupku mungkin ada kamu--my beloved family, my dearest friend yang membuat kereta kehidupan-ku menjadi penuh arti dan sesak dengan canda dan tawa. Untuk Cintaku, aku akan selalu menemanimu dan terus mendukungmu sampai kapanpun, sampai bila-bila, dan untuk keluargaku nun jauh di Indonesia (Jakarta dan di Lampung) one day we will meet again I promise, dan untuk sahabat-sahabatku tetaplah jadi temanku yang selalu menemaniku anytime anywhere.

Kereta kehidupan akan bertutur tentang diriku, dan kehidupanku disini, di negara yang masih baru bagiku Malaysia, di sebuah negeri yang terkenal dengan pantai timurnya, dengan hutan tropikalnya yang cantik, serta laut-lautnya yang tetap dibina semula jadi (natural), yah negeri Pahang Darul Makmur dengan bandar (ibukota) Kuantan, bersama suami dan anak-anakku tercinta.

Dan untuk teman-teman dunia mayaku yang baru aku kenal, salam kenal ya... mudah-mudahan kita bisa menjadi teman juga ya... *_^


Daisypath Anniversary tickers

Senin, 21 Maret 2011

Welcome School...

Pagi ini anak-anak mulai disibuki oleh aktivitas dini hari, apalagi kalau bukan persiapan pergi sekolah. Karena hari ini adalah hari pertama setelah cuti selepas peperiksaan pertama di tahun ini, anak-anak bangun tanpa mengeluh, bangun lebih cepat dari biasanya, rupanya sudah kangen ingin pergi ke sekolah lagi. Ichiro yang biasanya terbilang susah bangun pagi, hari ini bangun lebih awal dengan sekujur badan basah dipenuhi ompolnya. Duhhh ngompol lagi deh semalam. Walaupun begitu dia bergegas ke bilik mandi, aku membantunya menanggalkan pakaiannya yang bau pesing itu. Hehehe...

Si kakak yang sudah lebih dulu siap sudah bersedia untuk pergi makan setelah menyelesaikan sholat shubuh bersamaku, sepiring kecil nasi putih yang harum baunya karena baru masak dan sebutir telur rebus, serta segelas kecil susu coklat sudah cukup untuknya mengganjal perutnya yang tipis itu hingga tiba waktu rehat nanti. Hari ini kubekalkan dua keping roti tawar dengan selai coklat dan sebotol air putih, kumasukkan kesemuanya di dalam beg makanan bergambar princess yang senantiasa dibawanya tiap hari. Kulihat dia sangat cantik dengan seragam birunya dengan rambut yang diikat dua, Dia asyik menonton power puff girl di layar tv sambil menghabiskan makanan paginya.  Sebentar-sebentar matanya tertuju ke jam dinding, masih 15 menit lagi hingga jarum panjangnya beralih ke angka 7. Ku katakan padanya untuk segera menyelesaikan sarapan paginya sebelum van jemputan datang mengambilnya.

Sementara si abang tengah asyik meminum susu coklat hangat di dalam botol sambil tidur2an setelah memakai pakaian sekolahnya. Karena letak sekolah abang dekat dengan rumah, sehingga dia agak lebih lambat bangunnya daripada sang kakak. Aku masih sempat menyuapinya sarapan setelah minum susunya selesai.. Selalunya begitu. Dia masih belum mandiri.

Sementara si kakak tengah makan, aku memberikan susu botol kepada Adul, anakku yang bontot dan tengah lucu-lucunya itu. Anehnya selalu saja dia ikut bangun manakala kakak dan abangnya bangun, sehingga saya pun harus mengatur strategi supaya semuanya bisa terlayani. Alhamdulillah saya ada bibi yang siap membantu saya. Setelah minum susu selesai, kuserahkan Adul dengan bibi untuk diberi sarapan juga. Sedari tadi dia sudah meminta makan dengan mendatangi meja makan dan menggerayangi apa saja benda yang ada di atasnya.

Alhamdulillah akhirnya van datang juga tepat pukul 7, suamiku bergegas mengangkat beg sekolah kakak menuju ke dalam van. Sambil kulambaikan tangan kepadanya dan kukatakan untuk belajar yang rajin di sekolah. Sementara si abang masih lagi belum selesai menghabiskan sarapan paginya dengan nasi dan telur rebusnya itu. Bekal makanan untuknya juga sudah kupersiapkan, snack springles dan air putih. Anakku yang satu ini agak pemilih dalam urusan makanan, harusnya selalu makanan bawaan dari rumah saja yang mau dimakannya. Padahal di sekolah pun telah disediakan, namun belum pernah makan makanan dari sekolah, dengan seribu alasannya. Tapi kalau kebetulan sekolah menyajikan cocokrunch barulah dia mau mengambilnya. Akhirnya selesai juga sarapannya, kulirik jam, tepat pukul 7.30 saatnya untuk berangkat ke sekolah, hanya membutuhkan waktu 10 menit berjalan kaki santai. Buku iqro sudah kupastikan masuk ke dalam beg sekolahnya begitupun dengan pensil tulis dan pensil warna yang sudah kuraut semua sejak kemarin.

Setelah balik dari sekolah si abang, si adul sudah kembali tertidur kembali setelah kenyang dengan sebotol susu dan bubur paginya. Usianya baru saja 1 tahun, namun sudah banyak sekali kepintarannya. Bibipun kembali dengan aktivitas mencucinya, dan saya seperti terbiasa kembali dengan aktivitas saya.

Aku mengambil air wudhu, sholat dhuha membuat diri ini terasa tenang sekali. Kusampaikan doaku pagi ini pada Allah S.W.T yang memiliki alam ini, kukatakan padaNya pagi untuk senantiasa melimpahkan rizkiNya pada kami, rizki yang barokah dan untuk senantiasa melindungi anak-anakku di sekolah dan suamiku di kantor. Akupun berdoa pada pagi ini semoga Allah s.w.t menjadikan kami insan yang lebih baik dari hari kemarin,  Amin ya Robbal Al amin...

"Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari rasa susah dan sedih, aku belindung kepadaMu dari rasa lemah dan malas, aku berlindung kepadaMu dari sifat pengecut dan kikir, dan aku berlindung kepadaMu dari lilitan hutang dan tekanan orang lain" amin.
---

Minggu, 20 Maret 2011

Good bye cuti....

Cuti sekolah sudah berakhir. Esok aktivitas kembali seperti semula. Anak2 kembali pergi ke sekolah dengan segala rutinitas kerja sekolah. Dan aku mulai kembali disibukkan oleh kerja rumah di pagi hari, membangunkan mereka, memandikan mereka, menyiapkan sarapan dan bekal yang akan dibawa mereka dan mengantarkan Ichiro ke sekolah. Hm hm hm... HAYO SEMANGAT!!!!

Rabu, 16 Maret 2011

Mendidik Anak untuk Senang Solat

Buku "Mendidik Anak Senang Solat"mendapat perhatianku saat kami singgah di kedai buku. Buku itu tepat sekali menggambarkan suasana hatiku saat ini, keinginanku yang begitu memuncak untuk mendidik anak-anak kami senang untuk melakukan fardu ain mengingat saat ini si sulungku sudah menginjak 7 tahun. Rasulullah Saw  bersabda:
"Perintahkanlah anak-anakmu untuk solat ketika mereka berusia 7 tahun. Pukullah mereka jika enggan menunaikan solat setelah berusia 10 tahun."

Mendidik mereka senang solat bukanlah perkara yang mudah. Hal ini membutuhkan keazaman yang kuat, kesabaran yang tiada batas, ketauladanan dari ibu bapak, serta diperkuat dengan doa yang senantiasa dimohonkan kepada Allah Swt dengan kekhusukan dan ketulusan sebagaimana firman Allah SWT:
"Wahai Tuhanku! Jadikanlah daku orang yang mendirikan sembahyang dan demikianlah juga zuriat keturunanku. Wahai Tuhan kami, perkenanlah doa permohonanku." (Ibrahim:40)

Cara setiap ibu bapa mengajarkan kepada anak untuk melakukan solat mungkin berbeda. Begitupun dengan saya. Namun apapun caranya semata-mata untuk kebaikan anak itu sendiri. Saya memulai mengajak anak2 solat ketika mereka berumur 1 tahun, walaupun yang mereka lakukan hanya meniru saja. Kemudian  saya mulai memperkenalkan kepada buah hati kami saat mereka menginjak 5 tahun, tentang keberadaan Allah, bahwa Allah adalah pencipta semesta alam, bahwa tiada tuhan selain Allah, dan bahwasannya Allah itu ada namun tidak dapat kita lihat sepertihalnya keberadaan nafas, dan apabila kita letakkan telapak tangan kita menutupi mulut kita, kemudian kita hembuskan nafas kita, maka kita akan dapat merasakan udara yang keluar darinya. Seperti itulah kewujudan daripada Allah Swt, Ia Ada, tidak terlihat namun kita bisa rasakan. Kita akan dapat melihat Allah nanti di syurgaNya.

Mungkin untuk sebagian orang saya agak keterlaluan karena memperkenalkan syurga dan neraka sedari mereka kecil. Saya katakan kepada mereka bahwa syurga itu begitu indah dengan sungai susu mengalir didalamnya, dengan wangi yang tiada tara. Saya katakan juga kepada anak-anakku tercinta bahwa syurga itu tempatnya orang2 yang menjalankan perintah Allah, dan sebaliknya neraka tempat orang2 yang tidak menjalankan perintah Allah. Saya katakan kepada mereka di syurga apapun yang kita inginkan semuanya tersedia, tanpa ragu2 Allah akan memberikannya untukmu apapun keinginanmu.  Mereka boleh makan apa yang mereka mau, coklat, permen, cake dan apa yang mereka inginkan, pakaian yang bagus, bidadari bidadari yang cantik-cantik, dsb. Tentulah mereka menginginkan syurga. Namun saya katakan juga kepada mereka begitu panasnya neraka, panas api yang hingga meletup-letup, yang jika kita letakkan ujung jari kelingking kita, jari itu akan langsung menjadi debu saking panasnya, bahwa panas neraka itu melebihi panasnya gunung api yang meletus. Apakah kalian mau berada disana? mereka serentak menjawab tidak mau.

Saya katakan kepada mereka bahwa dibahu mereka ada dua malaikat, yang sebelah kanan bertugas mencatat amal perbuatan yang baik-baik, sementara yang sebelahnya lagi mencatat perbuatan yang tidak baik. Apakah perbuatan baik itu, diantaranya adalah melakukan solat, dan menjadi anak yang soleh. Syurga adalah tempat untuk anak-anak yang senang solat. Setiap perbuatan akan dicatat, dikumpulkan dan ditimbang nanti.

Sekarang sulung saya sudah menginjak darjah 2, dimana di sekolah dia telah belajar untuk membaca bacaan-bacaan solat, wuduk, niat solat, rukun-rukun solat. Tinggal saya menyempurnakannya apa yang diajarkan di sekolah untuk dibawa dan dipraktekkan di rumah. Sejak umurnya 6 tahun saya memulaikan diri saya dan menyiapkan diri saya sendiri untuk mengajaknya solat bersama-sama dengan saya, saya memulai membaca bacaan2 solat dengan surat2 pendek dengan suara yang lebih keras sehingga dia dapat mendengarnya. Harap saya waktu itu adalah dia boleh mengingatnya tanpa dia sadari. Alhamdulillah dalam waktu setahun dia sudah cukup memahami bacaan2 itu dengan lafal yang cukup baik. Walaupun dia masih perlu selalu diingatkan akan bacaannya itu. Kini di usianya yang menginjak 7 th saya mulai mengajaknya untuk solat lima waktu walaupun baru empat waktu saja yang boleh dilakukannya. Tapi seperti kata-kata yang ada dalam buku itu, saya musti bersabar dan tidak pantang menyerah. Semoga saya bisa mengajaknya solat tanpa harus memukul dan memarahinya. Saya memohon hanya kepada Allah semoga Allah senantiasa memudahkan usaha saya ini.

Sepertihalnya keinginan para ibu bapak, keinginan kami pun serupa, menginginkan suatu hari nanti, ketika Allah telah memutus akhir kehidupan kita selaku insan manusia, kami dapat dipertemukan dan dikumpulkan kembali dengan keturunan2 kami di dalam syurgaNya, sebagaimana firman Allah swt:
"Dan orang-orang yang beriman yang diturut oleh zuriat keturunannya dengan keadaan beriman, Kami hubungkan (himpunkan) zuriat keturunannya itu dengan mereka (di dalam syurga) dan Kami (dengan itu) tidak mengurangi sedikit pun dari pahala amal-amal mereka, tiap-tiap seorang manusia terikat dengan amal yang dikerjakannya." (Ath-Thur:21)
---
Amin Ya Robbal Alamin...KepadaMu ya Allah saya memohon, kabulkanlah doa-doaku....
---

Biarkan mereka mencintai Buku

Wakkk, sudah masuk liburan sekolah lagi, tidak terasa waktu cepat sekali berlalu, sudah hampir dua tahun keberadaan kami di negeri Jiran ini. Cuti sekolah selama 9 hari memang cukup lama juga. Apa yah yg harus aku lakukan mengisi masa-masa cuti sekolah ini supaya mereka tidak bosan dan terlalu banyak menontonTV.
Alhamdulillah Kakak Nanami dan Abang Ichiro paling suka diajak ke kedai buku. Jadi "pergi ke kedai buku" adalah pilihan pertama anak-anak. Kedai buku favorit anak-anak adalah kedai buku Popular, disini lumayan tersedia buku2 yg diminati mereka. Kedai buku Popular ini mengingatkan saya pada kedai buku Gramedia yg terdapat di Jakarta. Serupalah...
Aku melirik buku pilihan mereka. Si kakak rupanya memilih komik yang serupa dengan yang dibelinya dekat sekolah, ditambah sebuah novel kanak-kanak versi anak melayu, sementara Ichiro dia lebih tertarik dengan komik Benten ditambah buku aktiviti untuk anak pra sekolah yang merupakan pilihanku. Belakangan Ichiro lagi suka belajar dan menulis angka. Sementara Adul dibelikan buku yang merupakan pilihan kakak dan abangnya. Sedangkan aku memilih sebuah buku yang berjudul "Mendidik Anak: Senang Solat".

"sudah segini dulu ya.., kalau sudah habis dibaca baru kita kesini lagi..." kataku pada mereka yang masih asyik celingak celinguk di barisan buku-buku. Kalau dituruti semua keinginan anak-anak, habis deh uang mama nak...:D Cukuplah 50 ringgit saja budget buku untuk anak-anak tiap bulan, hehehe maklumlah...
"Mama, kalau papa gajian nanti ichiro mau beli buku lagi..."
"Kakak juga mah..." sahut kakak ngga mau kalah.
"Iya iya, nanti kita kesini lagi kalau papa sudah gajian..."

---
Ahhh, cuti sekolah masih 5 hari lagi. Tapi buku-buku yang dibeli sudah hampir selesai dibaca semuanya. Si Kakak  selalunya asyik membaca buku2 lamanya. Saya sengaja susunkan dalam satu rak buku. dan membiasakan mereka untuk meletakkan semula di tempatnya, dengan begitu buku-buku itu masih boleh terpelihara dan diturunkan untuk adik-adiknya.Ternyata saya pun menemukan dua buah buku aktiviti yang sudah lama saya beli. saya terlupa untuk mengajarkannya kepada Ichiro. Bersama-sama dengan Ichiro saya mulai mengajarkannya menulis angka dengan urutan yang betul. Kenapa harus dengan urutan yang betul? karena secara tidak langsung itu mengajarkannya untuk berfikir sistematik dan berkonsep. Dengan urutan yang betul memudahkannya untuk mengingati angka-angka tersebut dengan baik. Ini adalah hasil pengalaman saya saat belajar Nihon Go (hiragana dan katakana serta kanji), dengan mengingat step2 penulisannya memudahkan kita untuk mengingat keselurahannya. Point ini pula yang saya terapkan kepada Nanami saat dia memulai belajar bahasa Cina. Saya menyuruhnya untuk mengulangi tulisan itu bila urutannya tidak sesuai. Walaupun saya terpaksa harus juga ikut belajar dengannya, Memang ini membutuhkan ketekunan juga dari kita sebagai ibu. Bukankah ibu adalah guru pertama buat anak-anak. Kita tidak bisa mengharapkan sepenuhnya kepada sekolah, ada hal-hal lain yang kita selaku orangtua juga harus pantau. Alhamdulillah sekarang Ichiro sudah boleh menulis angka 1 sampai 10 dengan sangat baik. Saya merasa bangga sekali dengan kemampuannya yang diluar jangkaan saya.

Untuk kedua buah hatiku yang sudah besar, belajarlah yang rajin, gapailah cita2 kalian setinggi langit. Doa mama selalu untuk kalian bertiga. Amin Ya Robbal Alamin...

^_^

Selasa, 01 Maret 2011

Ichiro: Ku tak lagi ngotot!

Ketika mengambil anakku yang no.2 dari tadikanya. Gurunya berkata kepada saya bahwa jagoanku ini bisa lasak (nakal) juga di sekolah. Tapi kalau di depan mamanya, manis sekali tak nakal pun. Hahaha aku tertawa mendengar penuturan yang jujur dari cikgunya. Saya sudah menduga itu. Dia memang tipikal anak yang mudah bergaul dan senang bermain. Terkadang saat hendak pergi sekolah, tak lupa membawa serta mainan mobil-mobilan miliknya Hehehe. Suamiku mengingatinya untuk mengeluarkan mobil2an itu saat waktu istirahat saja.


Semenjak kami masukkan ke sekolah taman kanak-kanak, nampak sekali perbedaannya, kesiapannya untuk belajar tumbuh dari dirinya sendiri. Tanpa paksaan dariku. Lihatlah sudah lumayan juga hapalan2nya sekarang, ada bacaan al-fatihah dan doa makan yang sudah sangat dihapalnya. Suatu ketika saat bermain dengan temannya di rumah, dan saat itu hendak minum susu, kawan karibnya itu mengingatinya untuk membaca doa terlebih dulu. Dengan percaya dirinya dia pun melantunkan surat al-fatihah dari bibirnya yang mungil. Kontan saya jadi tertawa dibuatnya.

Bersama ketiga anakku kini aku rasakan diriku menjadi pribadi yang lebih bijaksana dalam menyikapi pertumbuhan anak-anak. Mungkin saya belajar dari kesalahan-kesalahan masa lalu dalam pengajaran kepada anak saya yang pertama. Maklumlah anak pertama, dan ibu baru. Kini saya lebih rileks dan berusaha untuk tidak memaksanya. Yah untuk anak saya yang nomor 2 ini keinginan belajarnya tumbuh dari dirinya sendiri, kepintarannya bertambah seiring dengan kematangan usianya. Saya pikir seorang ibu berbuat salah itu manusiawi, tapi kita juga sebagai ibu perlu membuka diri untuk belajar juga dari mereka. Yang salah tidak perlu lagi diulang, yang baik patut dipertahankan. Dari pengalaman dengan anak pertama kami, mengajarkannya membaca, menulis dan berhitung, belajar mengaji serta melatihnya untuk melaksanakan fardhu ain kepada buah hati kita menjadikan kita mengetahui dengan betul kekurangan anak kita sendiri. Semuanya dikerjakan di dalam rumah, sedikit demi sedikit asalkan dilakukan dengan konsisten. Yakin deh bahwa seorang ibu  pasti bisa mengajarkan anaknya sendiri. Justru pengalaman  itu  membantu saya menerapkan nilai-nilai yang baik dari sebuah keberhasilan pencapaian dan meninggalkan nilai-nilai yang buruk dari suatu kegagalan pengalaman.

Layaknya keinginan para ibu pada umumnya, keinginan kamipun sama, menginginkan melahirkan anak-anak yang sehat secara psikis dan fisik dan semoga mereka menjadi pribadi yang dapat berdiri di atas kakinya sendiri.
---
Hanya sekedar coretan di pagi hari.

---

Saatnya kaji ulang...

Saatnya waktu untuk kaji ulang (review) pelajaran anakku yang sulung sekarang berada di kelas 2. Ada sejumlah buku soalan2 penggal sekolah yang kami belikan untuknya di penghujung akhir tahun lalu. Saatnya buku2 soalan itu dikeluarkan. Minggu depan adalah waktu peperiksaan (examination) untuk penggal tahun ini. Di buku tersebut terdapat beberapa soalan2 yang sesuai dengan kurikulum disini dan tingkatannya. Sengaja kami membelikan buku soalan2 tersebut untuk mengetahui apa yang dia tidak pahami dan kuasai dari mata pelajaran tersebut. Dan untuknya, latihan menjawab soalan2 sesering mungkin mudah-mudahan akan membantunya terbiasa menghadapi jenis soalan2 baru. Begitu sih kata papanya. Yah kami memang selalu membelikannya buku-buku yang disukainya di akhir tahun dan pertengahan tahun. Selain itu juga hal ini melatihnya untuk bertanggung-jawab dengan dirinya sendir dan membiasakan diri melakukan persiapan sebelum ujian.

Pagi ini saya telah memeriksa soalan untuk bahasa cina dan bahasa inggris. Soalan bahasa cina yang dikerjakannya kemarin adalah membina ayat (membuat kalimat) dari gambar yang diberikan. Sedangkan soalan bahasa inggris adalah bentuk pertanyaan multiple choice yang lebih banyak mengarah kepada perbendaharaan kata. Hmmm..., sepertinya anakku yang pertama ini sangat menyukai bahasa. Dia tidak merasa kesulitan untuk membuat kalimat dalam bahasa cina dan membuat short story dalam bahasa inggris. Aku merasa bangga sekali atas kebolehannya yang satu ini. Terkadang kamipun selaku orangtuanya merasa dibuat kagum olehnya. Rupanya benar kata psikolog anak Dr. Diana bahwa anakku memiliki kemampuan lebih dalam berbahasa.

Tapi, kok science dan mathnya banyak salahnya sih...hikkkss. Beberapa pertanyaan science seputar jenis-jenis makanan yang membuat energy (nasi, kentang, roti), grow (ayam, ikan, daging) and healthy (sayur, buah, susu, jus) terbalik-balik. Wah wah wah...musti dikasih tahu nih... Matematika juga gitu karena ngga teliti liat soalnya, ngga hati-hati dalam berhitung sering membuat soalan mudah menjadi salah. Saya selalu mengingatkannya untuk mengerjakannya pelan-pelan dan tidak terburu-buru.

Kemarin dia pulang sekolah membawa dua buku baru, yang pertama buku komik dalam bahasa cina yang dibelinya di sekolah. Dia teringin sekali membaca komik tersebut, setelah dibeli dia justru tidak menyangka kalau komiknya akan setebal novel, hehehe. Dan buku satunya lagi adalah buku cerita tentang nabi Sulaiman a.s pemberian dari Cikgu Agama Islam karena kuiz sempena maulidur rasul yang dibawa pulang ke rumah tempo hari itu betul semua (hehehe terang aja lah wong dicari dulu jawabannya di buku teks, tapi anehnya katanya masih banyak teman-temannya yang tidak betul semua, wahhh kok bisa ya...).

Hari ini dia pergi sekolah dengan semangat karena hari ini katanya akan ada pertandingan bina ayat (buat kalimat) dalam bahasa cina di kelasnya. Saya rasa dia teringin sekali untuk menang. Yah nak, apapun itu, berusahalah dengan sungguh-sungguh, yakinlah kamu pasti bisa. Mama senantiasa akan mendoakan untuk keberhasilan kamu. Ingat satu pesan mama, belajar yang rajin dan hormati ibu gurumu...

Love u all the time....
---